Berita Banda Aceh

Ubah Napi Jadi Dai, Kemenkumham Aceh Bentuk Pesantren di Lapas

Menurut Lilik, pesantren di lapas nantinya akan ada kurikulum dan tenaga pengajar yang dihadirkan.

Ubah Napi Jadi Dai, Kemenkumham Aceh Bentuk Pesantren di Lapas
Foto Humas Badan Pendidikan Dayah Aceh
Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Lilik Sunjandi dan Kepala Badan Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny menandatangani nota kesepahaman terkait pelaksanaan pendidikan dayah bagi warga binaan di lapas di Aceh di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Selasa (17/9/2019). Kegiatan itu disaksikan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, DR Freddy Harris ACCS. FOTO HUMAS BADAN PENDIDIKAN DAYAH ACEH 

Menurut Lilik, pesantren di lapas nantinya akan ada kurikulum dan tenaga pengajar yang dihadirkan.

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh, membentuk pesantren di setiap lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Aceh.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Lilik Sunjandi dengan Kepala Badan Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh itu disaksikan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, DR Freddy Harris ACCS.

Baca: DPRA Adakan Pertemuan dengan Kemendagri, Iskandar Usman Al Farlaky: Hanya Konsultasi Biasa

Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Lilik Sunjandi menjelaskan bahwa, pelaksanaan pendidikan dayah/pesantren bagi warga binaan di lapas merupakan bagian dari pembentukan karakter penghuni lapas.

"Mengembalikan pendidikan agama itu penting, sebagai bagian dari membentuk perubahan perilaku," kata Lilik didampingi Kadivpas Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman.

Menurut Lilik, pesantren di lapas nantinya akan ada kurikulum dan tenaga pengajar yang dihadirkan.

Baca: Luka Bakar Serius, Ibu dan Seorang Anak Asal Aceh Timur Akhirnya Dirujuk ke RSUZA Banda Aceh

Program itu juga akan terus berkesinambungan dan ada hasilnya.

"Kita ingin warga binaan ini, saat masuk dia sebagai napi dan saat keluar menjadi dai. Sehingga dengan perubahan perilaku tersebut, bisa mengurangi angka kriminalitas dalam masyarakat," ujarnya. (*)

Baca: Pulang ke Tamiang, Tim Sepak Bola Pelajar Disambut Istimewa

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved