Penulis Pocut Haslinda, Apresiasi Rencana Pemprov DKI Tabalkan Nama Keumalahayati Menjadi Nama Jalan

Tokoh perempuan Aceh yang juga penulis buku sejarah Aceh, Pocut Haslinda Syahrul memberi apresiasi kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta apabila..

Penulis Pocut Haslinda, Apresiasi Rencana Pemprov DKI Tabalkan Nama Keumalahayati Menjadi Nama Jalan
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Jakarta Timur, saat menerima Pocut Haslinda Syahrul dan Pemgurus TIM di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (18/9/2019). 

Penulis Pocut Haslinda, Apresiasi Rencana Pemprov DKI Tabalkan Nama Keumalahayati Menjadi Nama Jalan

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tokoh perempuan Aceh yang juga penulis buku sejarah Aceh, Pocut Haslinda Syahrul memberi apresiasi kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta apabila bersedia menabalkan nama Pahlawan Nasional dari Aceh, Pocut Meurah Laksamana Keumalahayati menjadi salah satu nama jalan di Ibukota.

Hal itu disampaikan Pocut Haslinda dalam pertemuan dengan Walikota Jakarta Timur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Sofyan dan jajarannya di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (18/9/2019).

Pertemuan itu juga dihadiri pengurus Taman Iskandar Muda, organisasi paguyuban masyarakat Aceh di Jakarta.

"Kami berterima kasih dan memberi apresiasi apabila nama Pocut Meurah Laksamana Keumalahayati dijadikan nama jalan. Ini sebagai bagian dari melestarikan sejarah dan kepahlawanan bangsa ini. Sekaligus merekatkan kita sesama bangsa Indonesia," kata Pocut Haslinda.

Seminggu Setelah Meninggal, Ini yang Dilakukan ICMI Aceh dan Unida Mengenang Habibie

BPBD Aceh Tamiang Dikerahkan Evakuasi Nenek Jatuh ke Sumur

Malaysia Tutup 1.200 Sekolah, Akibat Kabut Asap dari Indonesia, Panitia F1 di Singapura Khawatir

Pocut Meurah Laksamana Keumalahayati di zamannya merupakan perempuan muslim pertama yang bergelar laksamana dan memimpin pertempuran di laut.

Laksamana Keumalahayati kemudian ditetapkan oleh Pemerintah sebagai pahlawan nasional pada 2017. Sertifikat kepahlawanannya diterima Sultanah Putroe Safiatuddin Cahya Nur'alam, Sultanah terakhir dalam dinasti kesultanan Aceh Darussalam.

Laksamana Keumalahayati merupakan perempuan ke 13 sebagai pahlawan nasional. Adalah organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pimpinan Dr Ir Giwo Rubanto Wiyogo MPd yang memprakarsai pengajuan Laksamana Keumalahayati menjadi Pahlawan Nasional.

Prakarsa tersebut mendapat dukungan dari Komisi X DPR RI. Ide itu disambut Gubernur Aceh ketika itu, H. Zaini Abdullah, lalu menerbitkan rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Sosial agar Laksamana Keumalahayati dijadikan sebagai Pahlawan Nasional. Surat tersebut tertanggal 9 Juni 2017.

Pemkab Bener Meriah Pecat Sembilan PNS, Ini Nama dan Jenis Pelanggarannya

Banyak Pasien Demam Berdarah di RSUD Aceh Singkil, Bupati Perintahkan Dinkes Lakukan Fogging

Menpora Imam Nahrawi Diduga Minta dan Terima Suap, Ini Jumlahnya Selama 2014-2018 

Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 115//TK/2017 kemudian menetapkan Almarhumah Pocut Meurah Laksamana Keumalayahati atau Malahayati sebagai Pahlawan Nasional bersama-sama dengan tiga tokoh lainnya, yaitu TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri organisasi Nahdatul Whatan dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan Prof Drs H Lafran Pane dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Organisasi perkumpulan masyarakat Aceh di Jakarta, Taman Iskandar Muda kemudian mengusulkan nama Laksamana Keumalahayati diabadikan menjadi nama jalan di Jakarta.

Wakil rakyat Aceh di DPR RI, Teuku Riefky Harsya juga mengirimkan surat kepada Gubernur DKI mendukung penabalan nama jalan dengan nama Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati.

Aceh Besar Raih Tiga Gelar Juara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Provinsi Aceh

Seorang Personil Polres Aceh Jaya di Pecat, Ini Pesan Kapolres

"Kita tentu saja mengharapkan nama pahlawan nasional diabadikan sebagai nama jalan. Laksamana Keumalahayati adalah salah seorang putri terbaik bangsa yang berasal dari Aceh dan sudah mendapat pengakuan dunia sebagai laksamana perempuan pertama," kata Teuku Riefky Harsya.

Nama Laksamana Keumalahayati atau Malahayati selama ini banyak digunakan antara lain nama rumah sakit, perguruan tinggi, kapal perang dan sebagainya.

Pocut Haslinda Syahrul menguraikan Laksamana Keumalahayati merupakan turunan dari Fatahillah yang mendirikan Jayakarta yang sekarang jadi Jakarta. "Kalau nama Laksamana Keumalahayati
Ada di Jakarta, itu memiliki keterkaitan sejarah," demikian Pocut Haslinda.(*)

Ini Temuan Inspektorat Aceh Utara Terkait Pengelolalaan Dana Desa di Baktiya Barat

Darwati dan Muharram Sebut KLB PNA di Bireuen Abal-abal, Ini Alasannya

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved