Gaya Hidup Sehat

Tak Perlu Jauh-jauh Berobat, Taman Refleksi dan Toga di Bireuen Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat

Lahan kosong berukuran sekitar 5x15 meter yang terdapat di belakang meunasah Desa Ranto Panyang, kini telah disulap menjadi taman refleksi dan toga.

Tak Perlu Jauh-jauh Berobat, Taman Refleksi dan Toga di Bireuen Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat
Serambinews.com
Lahan kosong berukuran sekitar 5x15 meter yang terdapat di belakang Meunasah Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, kini telah disulap menjadi taman refleksi dan tanaman obat keluarga (toga). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Beberapa jenis penyakit bisa dicegah atau diobati dengan cara refkesi. Salah satunya penyakit reumatik dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Pencegahan atau pengobatan penyakit dengan cara refleksi rupanya lebih mudah, murah dan dekat. 

Tidak harus ke rumah sakit atau ke tempat khusus refleksi dengan membayar mahal. Tapi refleksi bisa dilakukan di taman rumah. 

Seperti di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Untuk membantu masyarakat mencegah dan mengobati penyakit, seperti reumatik dan lainnya, warga desa tersebut kini tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit atau ke pijat refleksi.

Karena, dengan memanfaatkan dana desa dan lahan kosong, di Desa Ranto Panyang kini telah dibangun taman refleksi dan taman obat keluarga (toga). 

Pantauan Serambinews.com, Selasa (17/9/2019), lahan kosong berukuran sekitar 5x15 meter yang terdapat di belakang meunasah Desa Ranto Panyang, kini telah disulap menjadi taman refleksi dan toga.

Di taman refleksi dan toga itu, terdapat batu-batu kecil yang dibangun seperti jalan setapak. Di sekelilingnya terdapat berbagai jenis toga. 

Batu-batu kecil yang dicat dengan warna-warni itu, kelihatan indah dan menarik serta memberi kenyamanan bagi setiap warga yang melakukan refleksi di taman tersebut.

Keuchik Ranto Panyang, Zahari AR kepada Serambinews.com mengatakan, sejak dibangun taman refleksi dan toga di komplek meunasah, banyak warga desanya yang mulai memanfaatkan taman tersebut. 

"Alhamdulillah dengan adanya taman refleksi dan toga ini, warga kami tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan refleksi," terang Zahari.(*)

Baca: Satu Rumah di Kompleks Perumahan PMI Punge Jurong Banda Aceh Terbakar, Ini Dugaan Penyebab

Baca: Calon Pengantin Masih Berbusana ala Eropa Saat Menikah, Tjut Agam: Mana Qanun Pelestarian Kebudayaan

Baca: Ekses Kongres Luar Biasa, Zaini Pecat Sekretaris PNA Kota Banda Aceh

Baca: Kontrak Baru di Barcelona, Bocah 16 Tahun Ini Bisa Beli Helikopter

Baca: Ayah Setubuhi Anak Kandung Berkali-kali, Korban Hamil 5 Bulan, Pernah Dijual Rp 300.000

Baca: Viral Video Mesum Pelajar di Palembang, Kenalan di Facebook dan Pamer Anggota Tubuh

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved