Berita Langsa

Begini Pembangunan akan Dilakukan di Alur Pinang Langsa

Keserasian sosial juga bermakna serta berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga.

Begini Pembangunan akan Dilakukan di Alur Pinang Langsa
For Serambinews.com
Kadisos Langsa, Armia SP saat membuka Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I Gampong Alur Pinang. Dok. Gampong Alur Pinang 

Keserasian sosial juga bermakna serta berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga.

Laporan Zubir  | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Gampong Alur Pinang, Kecamatan Langsa Timur, Rabu (18/9/2019) menggelar Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I 2019 sebagai persiapan pembangunan pagar masjid dan sumur bor di gampong setempat.

Hadir Kepala Dinas Sosial Kota Langsa Armia Sp, Camat Langsa Timur Hendri Soenandar, SSTP Msi, Danramil 23/Lgst diwakili Bati Komsos Pelda Jamil, Wakapolsek Langsa Timur Ipda Junaidi, Geuchik Alur Pinang Zulkifli OK, Mukim Langsa Timur M Jamil, dan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Langsa Armia Sp, saat membuka acara itu, mengatakan, pada hakekatnya keserasian sosial adalah salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat dioptimalkan guna mencegah adanya konflik di tingkat hulu (akar rumput).

Keserasian sosial juga proses hubungan sosial dan interaksi sosial dinamis antar warga yang menjamin hidup berdampingan secara damai berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan tanggung jawab.

Semuanya yang dilandasi oleh kebersamaan, persaudaraan sejati dan kesetiakawanan. Sedangkan prinsipnya adalah efektif, efesien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

Keserasian sosial juga bermakna serta berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga. 

Selain itu, bermakna pula serangkaian kegiatan yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan terpeliharanya perdamaian secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Ketua Forum Keserasian Sosial Langsa Timur l, Faisal Azmi ST,  menyebutkan, potensi konflik sosial sering terjadi si temgah maayarakat karena dipicu  kecemburuan atas ketimpangan pembangunan infrastruktur di desa.

Baca: Kebakaran Hutan Terjadi di Dua Titik di Aceh Selatan

Baca: Azman Direktur Utama PD Pase Energi, Begini Penegasan Bupati Aceh Utara Saat Pelantikan

Baca: Belum ada Laporan Pencurian Ban dan Velg di Kota Banda Aceh, Ini Imbauan Kapolresta

Potensi rawan konflik sosial di desa biasanya ini terjadi dikarenakan ketidakmerataan pembangunan.

Sehingga bisa memicu konflik antar maayarakat.

Pembangunan itu setidaknya dapat meredam kecemburuan dan konflik di tengah masyarakat.

Namun yang menjadi point penting dari kegiatan gotong royong adalah kebersamaan antar warga. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved