Berita Gayo Lues

Dua Desa di Gayo Lues Jadi Pusat Pengembangan Ikan Air Tawar dengan Panas Bumi, Ini Lokasinya

Menurutnya, pengembangan ikan air tawar dengan panas bumi memiliki beberapa keunggulan salah satunya pertumbuhan dan perkembangan serta pengemukannya

Dua Desa di Gayo Lues Jadi Pusat Pengembangan Ikan Air Tawar dengan Panas Bumi, Ini Lokasinya
SERAMBINEWS/RASIDAN
Asisten III buka kegiatan sosialisasi pengembangan budidaya ikan air tawar dengan panas bumi di aula Bappeda Galus, Kamis (19/9/2019). 

Menurutnya, pengembangan ikan air tawar dengan panas bumi memiliki beberapa keunggulan salah satunya pertumbuhan dan perkembangan serta pengemukannya

Laporan  Rasidan  | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN- Pemerintah Gayo Lues melalui Bappeda setempat akan mengembangkan budidaya ikan air tawar  dengan panas bumi di dua kecamatan daerah itu. 

Sebagai langkah awal dilakukan sosialisasi kebijakan  penelitian dan hasil kajian pengembangan 2019 yang berlangsung di Aula Bappeda Galus, Kamis (19/9/2019).

Kegiatan itu diikuti peserta dari petani dan peternak dari dua desa bersama Penghulu (Keuchiknya), kemudian sejumlah instansi.

Pemateri dari Bappeda Provinsi Aceh.

Asisten III Sekdakab Galus, Bambang Waluyo mengatakan, mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan panas bumi tersebut sejauh ini belum pernah dikembangjan petani di Galus.

Sehingga diharapkan melalui hasil  survei dan kebijakan penelitian tersebut dapat diterapkan oleh petani atau peternak lainnya.

Ia berharap,  kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kabupaten itu.

"Kedua desa yang akan menjadi lokasi budidaya pengembangan ikan air tawar tersebut yang dipusatkan di dua lokasi itu yakni di Desa Penomon Jaya kecamatan Rikit Gaib dan di Desa Air Panas Putri Betung," sebutnya.

Baca: Iptu Sandy Pimpin Anggar di Bireuen, Ini Tekadnya

Baca: Politeknik Aceh Selatan Gelar Seminar Indonesia–Malaysia

Baca: Pria Aceh Selatan Ini Tega Cabuli Anak Yatim Piatu Hingga Berkali-Kali

Menurutnya, pengembangan ikan air tawar dengan panas bumi memiliki beberapa keunggulan salah satunya pertumbuhan dan perkembangan serta pengemukannya lebih cepat.

Jika dibandikan dengan cara budidaya konvensional selama ini.

Bahkan budidaya melalui panas bumi bisa menguntungkan dua kali lipat dari sistem budidaya yang dikembangkan dan digalakkan  masyarakat selama ini.

"Kedua desa didua kecamatan tersebut harus menjadi contoh dan langkah awal untuk pengembangan budidaya ikan air tawar dengan panas bumi di kabupaten itu," sebutnya. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved