Indonesia-India Bentuk Satgas Bersama Percepat Konektivitas Aceh-Andaman

Pemerintah Republik Indonesia dan India sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama atau join task force (JTF)...

Indonesia-India Bentuk Satgas Bersama Percepat Konektivitas Aceh-Andaman
SERAMBI/BUDI FATRIA
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (5/8/2019). 

BANDA ACEH - Pemerintah Republik Indonesia dan India sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama atau join task force (JTF) untuk mempercepat realisasi konektivitas Aceh-Andaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan usai menghadiri rapat persiapan pertemuan pertama JTF RI-India bersama pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Jakarta, Kamis (19/9).

Menurut Aulia, pertemuan pertama antara RI dan India akan diadakan di Banda Aceh pada November mendatang. Pertemuan itu akan membahas secara lebih rinci konsep kerjasama antara kedua negara di bidang konektivitas, pengembangan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, pertukaran pariwisata dan budaya, kerjasama akademik, sains dan teknologi serta pengembangan infrastruktur di Sabang dan Andaman.

"Tugas satgas bersama ini nantinya akan melakukan, mengidentifikasi kemungkinan program kerjasama serta rencana tindakan pelaksanaan program yang diusulkan dapat berjalan sesuai harapan dari kedua pihak," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Aceh menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pada pertemuan yang dimaksud dan menyambut baik rencana konkrit yang bakal dilaksanakan oleh Kemenlu dan India. Ia menjelaskan progam konektivitas antara Aceh- Andaman merupakan hasil dari kesepakatan pemerintah Indoensia dan India yang tertuang pada dokumen Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific yang ditandatangani oleh kedua pemimpin negara pada Mei 2018.

"Dokumen tersebut menyatakan kesamaan visi antara Indonesia dan India dalam mewujudkan kerjasama yang lebih erat di bidang investasi dan perdagangan, pertukaran budaya dan teknologi, keamanan dan mitigasi bencana," jelas Aulia.

Dalam hal kerjasama investasi dan perdagangan, kedua negara nantinya akan menyelaraskan standar untuk komoditas, daftar negatif komoditas seperti bahan bangunan. "Kita berharap akan dibuka kesempatan kepada perusahaan konstruksi Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek di Andaman, dan perusahaan India juga diberikan kesempatan untuk berinvestasi dalam industri agribisnis seperti kelapa dan sawit," katanya.

Sedangkan untuk sektor pariwisata menurut Aulia, terdapat potensi wisata kapal pesiar di Andaman dan Aceh, apalagi dengan pelabuhan baru dibangun di Andaman untuk mengakomodasi jenis wisata pelayaran cruise dari Pulau Havelock, Andaman-Phuket-Penang dan diintegrasikan ke dalam pasar IMT-GT.

"Pemerintah Andaman juga mengundang Pemerintah Aceh untuk berpartisipasi dengan delegasi bisnis dan pariwisata ke Festival Pariwisata Pulau di Andaman pada 10 November 2019," pungkasnya.(una/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved