Vifa Fibriana Sari
Ingin Bangun Panti Asuhan
Membangun panti asuhan, itulah impian AKP Vifa Fibriana Sari SIK MH, Kapolsek Ulee Kareng ini. Sebuah panti asuhan yang representatif, lengkap dengan
Membangun panti asuhan, itulah impian AKP Vifa Fibriana Sari SIK MH, Kapolsek Ulee Kareng ini. Sebuah panti asuhan yang representatif, lengkap dengan fasilitas sekolah, serta tempat tinggal yang layak bagi anak-anak.
Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 16 Februari 1988 ini mengaku telah memiliki impian tersebut jauh sebelum ia menjadi seorang polisi wanita dan menjadi salah seorang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 2009 (Ananta Hira).
Hal ini di latar belakangi masa-masa kecilnya yang sering melihat anak-anak kurang mampu yang tidak sekolah, menjadi pengemis di jalan, menjadi pengamen atau ikut berjualan dengan orang lain atau orang tuanya. Viva mengaku Saya sering terharu menyaksikan kondisi tersebut.
“Saya juga dilahirkan dari keluarga biasa. Orang tua saya kerja swasta dan mama saya ibu rumah tangga. Sebelum saya masuk polisi dulu, saya bercita-cita mau jadi orang kaya, biar bisa bantu banyak orang yang nggak mampu, iya salah satunya mau bangun panti asuhan,” ungkap Vifa yang ditemui Serambi, Minggu (22/9/2019).
Ia juga menceritakan pertemuannya dengan AKP M Taufiq SIK, suaminya yang saat ini menjabat Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh. M Taufik dia katakan, merupakan seniornya dua tingkat lebih tinggi. Keduanya dipertemukan saat pendidikan Taruna di Akpol dan hanya sebatas senior dan junior satu resimen.
Usai pendidikan, mereka berdua berpisah. Vifa berdinas di Polda Jatim dan M Taufiq di Baharkam Mabes Polri Jakarta. Keduanya kembali dipertemukan saat sama-sama mengambil pendidikan S1 Kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta tahu 2014.
“Kebetulan satu angkatan, sehingga komunikasi pun terjalin lebih akrab. Karena antara kami banyak kecocokan, sehingga pada Maret 2015 kami memutuskan menikah. Alhamdulillah, saat kelulusan dari PTIK, di bula Mei 2015, kami sama-sama mendapat penempatan tugas di Polda Aceh,” sebut Vifa.
Saat mendengar pengumuman ditempatkan di Polda Aceh, Vifa mengaku mau pingsan dan sempat menangis semalaman. Tak lain karena mindset yang dibangun selama ini bahwa Aceh itu daerah rawan konflik, jauh dari fasilitas prasarana dan sarana, serta masyarakatnya juga rawan.
“Tetapi kenyataannya sangat bertolak belakang. Orang Aceh sangat welcome, jalan raya aspal halus, rumah sakit, dokter banyak, sekolah bagus banyak, pantainya bagus-bagus, kondisi wilayahnya juga aman, apalagi nuansa agamis yang membuat saya jatuh cinta dan merasa nyaman tinggal di Aceh,” ungkapnya.
Kebahagiaan itu semakin lengkap saat ia dianugerahi seorang putra yang lahir di Banda Aceh, 8 Februari 2016 lalu, dan diberi nama M Sulthan Farrel Alvaro. Meski sibuk, ia dan suaminya selalu menyempatkan waktu untuk bersama dalam satu hari, walaupun hanya sekedar membacakan buku cerita atau bermain bola.
“Apabila saya sedang ada kegiatan dinas, tak jarang juga saya titipkan Sulthan di kantor suami. Intinya kami itu fleksibel dan tidak ada memaksakan kehendak anak,” tambah Vifa.
Meski demikian, mantan Kasat Lantas Polres Langsa dan mantan Kasat Lantas Polres Aceh Besar ini mengakui bahwa membagi waktu antara keluarga dan karir itu tidak mudah. “Tapi karena suami saya sangat support di setiap jabatan yang dipercayakan pimpinan kepada saya, keikhlasan suami sayalah yang menjadi semangat bagi saya untuk selalu berusaha memberikan karya yang terbaik dimanapun saya ditugaskan,” demikian AKP Vifa Fibriana Sari.(misran asri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vifa-fibriana-sari.jpg)