Iwan DP Dinobatkan Sebagai Datok Seri di Singapura  

Iwan DP, putra asal Nagan Raya, dinobatkan sebagai Dato' Seri Iwan oleh Ketua Pemangku Adat Asia, YAM Tengku Mohammed Shawal Ibni Alm

Iwan DP Dinobatkan Sebagai Datok Seri di Singapura   
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
PENYERAHAN GELAR - Ketua Pemangku Adat Asia, YAM Tengku Mohammed Shawal Ibni Alm Tengku Abdul Azis (kanan) menyerahkan sertifikat gelar Darjah Kebesaran Datok Seri Bakti Setia Mahkota Temasek kepada Iwan DP dalam upacara adat kesultanan di Hotel Village Bugis, Kampung Gelam, Singgapura, Sabtu (21/9/2019) malam. 

SINGAPURA - Iwan DP, putra asal Nagan Raya, dinobatkan sebagai Dato' Seri Iwan oleh Ketua Pemangku Adat Asia, YAM Tengku Mohammed Shawal Ibni Alm Tengku Abdul Azis, Sabtu (21/9/2019) malam, di Hotel Village Bugis, Kampong Gelam, Singapura.

Pemberian gelar kehormatan itu juga disertai dengan pemberian sertifikat Kesultanan Riau-Lingga Asia, disusul dengan penyematan pin secara khusus.

Para penerima gelar datok yang berlangsung dalam upacara adat Kesultanan tersebut berasal dari sejumlah negara serumpun, masing-masing Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Indonesia, Singapura, dan Filipina. Selain Iwan DP, dari Indonesia yang juga menerima gelar Datok Seri adalah Sekjen PPP, Asrul Sani.

“Pemberian kehormatan datok untuk mereka yang terpilih hanyalah untuk mempersatu kita semua, sehingga hubungan di masa lalu diharapkan bisa terjalin kembali beserta persaudaraan dan silaturahmi, serta membangun kerja sama antara negara serumpun ke depan,” ujar Ketua Pemangku Adat Asia, YAM Tengku Mohammed Shawal Ibni kepada Serambi, Sabtu (21/9) malam, pada acara anugerah kehormatan Melayu Asia.

Ia menjelaskan, pelaksanaan adat diraja ini hanya untuk mengenalkan dan merasakan bahwa kesultanan ini masih ada jati diri berdasarkan warisan dan adat. Pihaknya berharap kepada Pemerintah Aceh dan Indonesia, termasuk  negara lain, ke depan ada kerja sama yang baik termasuk kesultanan yang ada dari berbagai negara.

Sementara itu, Juru Bicara Datok Seri Iwan DP, Tengku Darma Auliadi SH mengatakan, sebenarnya YM Datok Seri Iwan berat menerima gelar itu. Sebab, gelar tersebut merupakan amanah yang harus betul-betul dijaga karena menyangkut marwah Kesultanan Asia Negara Serumpun, di antaranya, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Brunai Darussalam. 

“Namun setelah menerima penjelasan dari salah satu Kesultanan Johor dan Brunai tentang visi-misi Kesultanan Asia ini, sehingga Datok Seri Iwan DP baru menerima gelar tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, jelasnya, sebenarnya dari dulu para saudagar Asia sudah berminat untuk berinvestasi di Aceh. Bahkan mereka meminta kesultanan negara tetangga untuk membuka akses agar lebih mudah berinvestasi di sana. “Namun jalan masuk belum terbuka secara riil, sehingga Iwan DP ikut diundang beberapa kali ke Malaysia dan Brunai membahas masalah investasi ke Aceh, termasuk pemberian gelar kepadanya,” terangnya.

Disebutkan juga bahwa keinginan para saudagar dan Kesultanan Asia yang ingin berinvestasi ke Aceh dinilai karena bagusnya syariat Islam, sehingga mereka tertarik untuk berinvestasi di sejumlah bidang. “Kerja sama ini akan terwujud jika Pemerintah Aceh menyambut baik para investor dari negara serumpun yang ingin masuk ke Aceh," ujar Darma Auliadi yang juga putra asli Takengon.

Dibeberkan dia, para saudagar ini akan berinvestasi ke Aceh meliputi beberapa bidang, di antaranya sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pertambangan. Kemudian pada sektor sosial dan keagamaan, mereka ingin membantu anak-anak yatim dan fakir miskin serta siap membangun sekolah gratis, disusul pembangunan pesantren agar ‘Negeri Serambi Mekkah’ semakin tersohor, serta mempererat hubungan silaturahmi antara negara serumpun.

"Nah, sekarang kami menunggu respons dari Pemerintah Aceh, baik gubernur, bupati, dan wali kota dalam menerima investor masuk ke Aceh. Ibarat gayung bersambut, namun jika bertepuk sebelah tangan, tentu hal ini tidak akan terwujud,” pungkas Darma Auliadi.(c45/*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved