PIM Kebut Pembangunan Pabrik Pupuk

Proyek pembangunan pabrik pupuk Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical oleh PT PIM di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun

PIM Kebut Pembangunan Pabrik Pupuk
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
KAWASAN PT AAF yang dibeli PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Krueng Geukuh, Aceh Utara, Selasa (26/2). PT PIM membeli AAF dengan harga Rp 624 miliar. 

Target Operasional Tahun 2021

LHOKSEUMAWE - Proyek pembangunan pabrik pupuk Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical oleh PT PIM di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, terus dikebut untuk mencapai target operasional pada tahun 2021 mendatang.

Kepala Administrator KEK Arun Lhokseumawe, Dr Aulia Sofyan, dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan pabrik pupuk,  Jumat (20/9), mengatakan, progres yang dilaksanakan oleh PT PIM saat ini sudah sesuai target, yakni mencapai lima persen.

"Proyek pembangunan yang dijangkakan memakan waktu selama 29 bulan itu, ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021, dengan tujuan memenuhi kebutuhan ekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan," kata Aulia.

Selaku administrator di KEK Arun Lhokseumawe, Aulia menegaskan, PT PIM berhak mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk untuk material yang diimpor dalam proses pembangunan. "Saat ini Administator sedang mempersiapkan proses penetapan pembebasan bea masuk dalam kawasan setelah berkoordinasi dengan pihak Dirjen Bea Cukai dan Sekretariat Nasional KEK di Jakarta," katanya.

Selain memproduksi pupuk, menurut Aulia, pabrik yang dibangun akan terintegrasi dengan pabrik existing Pupuk Iskandar Muda (PIM), dimana kebutuhan utilitas listrik, air dan steam akan disuplai dari PT PIM, termasuk fasilitas pelabuhan.

Administrator sebagai perwakilan pemerintah, menurut Aulia mendukung penuh terhadap investasi yang dikucurkan oleh PT PIM dalam pembangunan pabrik NPK dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun dan investasi senilai Rp. 1 Triliun.

"Ke depan kita tentunya berharap akan lebih banyak perusahaan yang masuk berinvestasi di KEK Arun Lhokseumawe, mengingat kawasan ini sudah sepenuhnya beroperasi semenjak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Desember 2018 lalu," imbuhnya.(rel/aji)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved