Kisah Inspiratif

Mahasiswi Bireuen Ini Hafal Alquran Hingga Bisa Lanjutkan Kuliah ke Sudan

Setiap orang punya kisah hidupnya masing-masing. Jika bercerita tentang sosok inspirasi, kedua orang tua adalah inspirasi terbesar dalam hidup kita.

Mahasiswi Bireuen Ini Hafal Alquran Hingga Bisa Lanjutkan Kuliah ke Sudan
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Siti Zainab Adawiyah, gadis bercadar kelahiran Pandak Bireuen, 17 Juni 1997 inimewujudkan impiannya untuk belajar dan menghafal Alquran hingga ke Negeri Sudan, Timur Tengah. 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Setiap orang punya kisah hidupnya masing-masing. Jika bercerita tentang sosok inspirasi, kedua orang tua adalah inspirasi terbesar dalam hidup kita.

Seperti yang dijalani Siti Zainab Adawiyah.

Gadis bercadar kelahiran Pandak Bireuen, 17 Juni 1997 ini, berkat inspirasi dari kedua orang tuanya, Siti sapaan akrabnya, kini sudah mewujudkan impiannya untuk belajar dan menghafal Alquran hingga ke Negeri Sudan, Timur Tengah.

Mahasiswi yang beralamat di Desa Juli Cot Meurak, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh ini, sekarang sedang mengenyam pendidikan di University of the Holy Quran and Islamic Sciences, Sudan.

"Impian bisa belajar ke luar negeri adalah impian setiap individu. Termasuk saya yang berasal dari Kota Juang ini," ujar Siti kepada Serambinews.com, Selasa (24/9/2019).

Diceritakan Siti, awalnya Tahun 2012 ia lulus dari MTsN Bireuen, lalu memilih untuk melanjutkan program khusus menghafal Alquran di Ma'had Tahfizh Maryam Al Khol Al Fityan Medan.

Baca: Menghafal Quran, Hukuman Dikurangi

Baca: Deby Fatimah Jadi Korban Gempa Palu, Penghafal Quran yang Wafat Seusai Ambil Wudlu Sholat Magrib

Baca: Uniknya Metoda Hafal Quran ala Maroko

"Ini adalah awal perpisahan saya dengan keluarga saya," kata Siti.

Impian dan semangat untuk belajar ke Timur Tengah semakin besar. Siti sibuk mencari informasi beasiswa ke Mesir dan Sudan.

Hingga saat itu, gurunya mengabarkan bahwa ada seorang teman gurunya di Sudan yang sedang kuliah Magister.

Siti pun di minta untuk menghubungi Direktur Komite Pendidikan Luar Negeri.

Lalu mengurus berkas-berkas dan menunggu kelulusan selama tiga bulan.

"Alhamdulillah dengan izin Allah saya diterima sebagai mahasiswi di University of the Holy Quran and Islamic Sciences Fakultas Al Quranul Karim," pungkas Siti. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved