Minggu, 31 Mei 2026

Penumpang Pilih Jalur Darat, Wing Air Batal Terbang

Layanan transportasi udara melalui Bandar Udara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, menuju Bandara Kualanamu, Medan

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Kondisi terkini Kota Lhokseumawe yang dilanda kabut asap. 

REDELONG - Layanan transportasi udara melalui Bandar Udara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, menuju Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Senin (23/9), dibatalkan. Pasalnya, kabut asap yang menyelimuti Bandara Rembele mengganggu jarak pandang, sehingga tak memungkinkan untuk dilakukan penerbangan dengan pesawat Wing Air tersebut. Sebagian penumpang memilih jalur darat yang membutuhkan waktu 10-11 jam perjalanan ke Medan.

Plt Kasubseki Teknik Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat UPBU Rembele, Iwan Mulya, kepada Serambi, Senin (23/9), membenarkan informasi adanya pembatalan penerbangan dari Bandara Kualanamu menuju Rembele, serta sebaliknya. “Pembatalan ini dilakukan oleh pihak airlines,  karena kondisi cuaca tidak memungkinkan,” kata Iwan Mulya.

Berdasarkan informasi BMKG, kata Iwan Mulya, kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara Rembele membuat jarak pandang hanya sekitar 800 meter. Sedangkan idealnya untuk sebuah penerbangan jarak pandang sekitar 5 kilometer.  “Semua fasilitas penerbangan sudah kami siapkan, tapi pihak airlines punya pertimbangan lain, sehingga penerbangan hari ini dibatalkan,” ujar Iwan Mulya.

Sementara itu, Airport Manager Wings Air, Rembele, Erwanda yang dihubungi Serambi, melalui telepon, Senin (23/9), menyebutkan, pembatalan penerbangan dari Bandara Kualanamu, Sumut, menuju Bandara Rembele, serta sebaliknya merupakan hasil keputusan manajemen Wings Air. “Penerbangan dari Bandara Rembele baru hari ini kami batalkan karena cuaca,” kata Erwanda.

Menurut Erwanda, untuk beberapa bandara seperti Lhokseumawe, Sibolga, dan Air Godang Sumatera Utara, sudah sepekan dilakukan pembatalan penerbangan karena kabut asap. Bahkan hingga kemarin belum bisa dipastikan sampai kapan penghentian penerbangan dilakukan. “Tentu penerbangan bisa dilakukan bila kondisi cuaca kembali normal. Tapi sejauh ini kami belum bisa memprediksi sampai kapan kembali dilakukan penerbangan,” jelasnya. Seorang penumpang yang batal terbang mengaku akan memilih jalur darat menuju Medan. “Karena kabut asap, jadwal terbang jadi tidak jelas. Saya pilih jalur darat saja,” kata seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya.

Mengingat cuaca yang belum bisa diprediksikan kapan membaik, pihak Wings Air tidak mengalihkan penumpang ke penerbangan pada hari berikutnya. Pihak Maskapai justru mengembalikan tiket penerbangan. “Harga tiketnya kami kembalikan kepada penumpang dan dipotong sebesar 10 persen. Hari ini, jumlah calon penumpang dari Kualanamu ke Rembele sebanyak 37 orang. Sedangkan dari Rembele ke Kualanamu jumlah penumpang 24 orang,” pungkasnya. (my)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved