Jalan Paya Bujok belum Diaspal  

Jalan di kawasan , Gampong Paya Bujok Seleumak dan Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Baro belum juga diaspal

Jalan Paya Bujok belum Diaspal   
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Warga dan keuchik usai menanami pohon pisang di jalan bekas rel kereta api yang berada antara Gampong Paya Bujok Selumak dan Gampong Paya Bukok Beuramo, Langsa. 

LANGSA - Jalan di kawasan , Gampong Paya Bujok Seleumak dan Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Baro belum juga diaspal, sehingga warga menanam pohon di atas badan jalan. Jalan dua gampong tersebut belum bisa diaspal oleh Pemko Langsa, karena PT KAI selaku pemegang kuasa aset tanah jalan bekas rel kereta api ini belum mengeluarkan izin.

Warga juga menempel dua poster dari kertas karton di pohon pisang yang telah bertuliskan: “PT KAI jangan menghambat pengaspalan jalan, dan bebaskan jalan untuk kepentingan rakyat.”

Keuchik Gampong Paya Bujok Beuramo, Zubaili, didampingi Kuchik Gampong Paya Bujok Seleumak, Syafi'i, dan warga lainnya, Selasa (24/9) mengatakan penenaman pohon pisang di jalan ini sebagai bentuk  protes kepada PT KAI.

Dikatakan, kondisi jalan ini selalu berdebu dan sangat mengganggu kenyamanan warga, di jalan bekas rel kereta api PT KAI tersebut , yang juga kerap terjadi kecelakaan terutama pada pagi hari. Pasalnya, jalan ini padat,  karena warga lebih memilih jalan ini ketimbang Jalan A Yani, baik untuk mengantarkan anak ke sekolah, ke kantor, ataupun menuju pusat Pasar Langsa.

"Warga Kecamatan Langsa Barat dan Kecamatan Langsa Baro banyak melalui jalan ini, karena lebih cepat menuju pusat kota, serta warga menghindari kemacetan di Jalan A Yani yang selalu padat di pagi hari," ujar Zubaili.  Dia berharap PT KAI agar segera memberikan izin bekas rel kereta api dipakai untuk kepentingan umum.

Disebutkan, jalan ini yang direncanakan sebagai jalan elak dua jalur oleh Pemko Langsa belum ada kejelasannya. Dia mengatakan setengah jalan beraspal, tetapi sebelahnya rusak, masih dipenuhi batu, berlubang dan tergenang air saat hujan turun.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved