Nurul Chikmah Anisa, Sejak Kecil Ingin jadi Istri Tentara
SOSOKNYA sopan dan sederhana. Dengan hangat, istri dari Komandan Kodim 0114 Aceh Jaya, Letkol Kav Andhie Suryatama
SOSOKNYA sopan dan sederhana. Dengan hangat, istri dari Komandan Kodim 0114 Aceh Jaya, Letkol Kav Andhie Suryatama, ini, menyambut kedatangan Serambi di kediamannya kawasan komplek perumahan Kodim 0114, Selasa (24/9/2019).
Wanita kelahiran Jakarta 17 Maret 1978 yang memiliki nama lengkap Nurul Chikmah Anisa Amd MtrU, ini, tanpa sungkan berbagi cerita tentang pengalamannya menjalani hidup sebagai istri perwira TNI, dan juga perjuangan cintanya yang sudah dibina sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Anis demikian panggilan akrabnya, mengaku lulusan Universitas Trisakti Jakarta, jurusan D3 Managemen Transportasi Udara. Meski demikian, ternyata sejak kecil ia telah berkeingin menjadi istri tentara. Keinginan itu pula yang membuat suaminya kemudian memutuskan menjadi tentara.
Ibu dari Rifqa Sandhie, Daffa Sandhie dan Zahwa Sandhie menceritakan jika suaminya, Letkol Kav Andhie Suryatama, sebenarnya ingin menjadi seorang akunting mengikuti jejak sang ayah. Namun niat itu berubah ketika Anis mengungkapkan keinginannya menjadi istri seorang TNI.
“Terus saya bilang sama bapak, kalau beneran mau sama saya, ya harus jadi anggota TNI. Alhamdulillah bapaknya mau, sebenarnya bapak itu mau jadi akunting,” beber Anis.
Keinginan menjadi istri TNI ini ia katakan sudah muncul sejak kecil. Hal ini disebabkan keluarganya yang semuanya adalah TNI, dan sang ayah yang juga merupakan perwira TNI.
“Kan saya dari keluarga militer. Ayah saya seorang anggota TNI, dan keluarga memang anggota semua. Terus ibu saya kepengen punya mantu tentara, jadi emang udah pengen ada penerus gitu,” tandasnya.
Ia pun membeberkan cerita menarik saat sang suami tercinta mandaftarkan diri sebagai seorang taruna di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
“Jadi tesnya kan itu berat ya di Akmil, jadi setiap bapak mau tes, itu selalu nelpon buat ajak tahajud bareng biar semuanya lancar. Kalau misalnya bapak duluan bangun bapak yang hubungi saya dan sebaliknya,” kenangnya.
“Alhamdulillahnya bapak berhasil menjadi seorang anggota dengan penempatan pertama di Kostrad, dan sebelum menjalani tugas pertama bapak sudah ajak saya untuk tunangan,” tambah Anis.
Diakuinya, banyak hal yang harus ia terima dan sudah menjadi konsekuensi jika menjadi anggota TNI. Untuk masalah makanan, ia juga memiliki selera berbeda dengan suaminya, mengingat ia berasal dari Jawa sedangkan suami dari Sumatera.
“Tapi itu tidak jadi masalah, karena setelah menikah bapak mau makan makanan apa saja,” ujarnya. “Bapak itu orangnya gak neko-neko, gak aneh-aneh dan enggak banyak ngomong, jadi ya nyaman gitu sama bapak,” tutup Anis.(c52)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nurul-chikmah-anisa.jpg)