Festival Sastra Internasional

Dua Penulis Aceh Diundang ke Festival Sastra Internasional

Dua penulis asal Aceh, Ayi Jufridar dan Ida Fitri, mendapat undangan menghadiri Jogyakarta Literary Festival (Joglitfest) yang berlangsung di Museum..

Dua Penulis Aceh Diundang ke Festival Sastra Internasional
For Serambinews.com
AYI Jufridar novelis asal Lhokseumawe mendapat undangan ke festival sastra internasional. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dua penulis asal Aceh, Ayi Jufridar dan Ida Fitri, mendapat undangan menghadiri Jogyakarta Literary Festival (Joglitfest) yang berlangsung di Museum Benteng Vredeburgh Jogya mulai 26 – 30 September 2019.

Keduanya terpilih berdasarkan penilai kurator yang terdiri dari para penulis nasional.

Sesuai pengumuman panitia, calon peserta aktif adalah para sastrawan yang dipilih oleh tim kurator dari berbagai kota di Indonesia.

Kurator terdiri dari Hamdy Salad, Tia Setiadi, Iran Bajang, Purwadmadi, dan Saut Situmorang. 

Para kurator juga mempertimbangkan pandangan para ahli seperti Prof Faruk, Dr Aprinus Salam, Iman Budhi Santosa, dan Dhanu Priyo Prabowo.

Menurut Ayi Jufridar, mendapat undangan ke Joglitfest merupakan sebuah kehormatan sebab ajang tersebut termasuk festival sastra bergengsi di Indonesia sebagaimana Ubud Writer and Reader Festival, Borobudur Writer and Cultural Festival, Festival Sastra Gunung Bintan, dan sebagainya.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak festival sastra di Indonesia. Ada peserta yang dipilih dari karya yang dikirim, ada juga dengan skema mengundang peserta berdasarkan kreativitas berkarya,” ujar Ayi Jufridar kepada Serambinews.com, Rabu (25/9/2019) malam.

Dalam Joglitfest, tambah Ayi, para peserta bisa memasarkan manuskrip karya yang akan diterbitkan. Even ini menjadi momen untuk membangun aliansi dengan penerbit.

“Selain itu, juga ada bedah buku, diskusi sastra, seni, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain Ayi Jufridar, sastrawan lain yang mendapat undangan adalah Ida Fitri, seorang penulis asal Bireuen yang kini bekerja di Aceh Timur.

Ida Fitri sudah melahirkan beberapa buku dan karya-karyanya banyak dimuat di media lokal dan nasional.

Bagi Ayi, selain mendapat undangan ke Joglitfest, pada pertengahan September lalu juga mendapat undangan ke Festival Sastra Bengkulu dan pada Oktober mendatang diundang ke Festival Sastra Internasional Gunung Bintan di Riau. 

“Tidak semua festival sastra bisa kita ikuti karena masalah biaya. seharusnya pemerintah daerah juga lebih peduli kepada komunitas penulis,” tandasnya. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved