Jurnalisme Warga

Dari Aceh Utara Belajar ke Ranah Minang

HARI Minggu lalu saya dan sembilan pekerja sosial lainya dari Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh Utara berangkat ke Padang

Dari Aceh Utara Belajar ke Ranah Minang
IST
BANTA JOHAN, pekerja sosial pada Program Keluarga Harapan Aceh Utara dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Padang, Sumatera Barat

OLEH BANTA JOHAN, pekerja sosial pada Program Keluarga Harapan Aceh Utara dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Padang, Sumatera Barat

HARI Minggu lalu saya dan sembilan pekerja sosial lainya dari Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh Utara berangkat ke Padang, Sumatera Barat, untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Family Development Session (FDS) putaran XIV angkatan 98 selama sepuluh hari.

Dari Aceh kami tempuh perjalanan darat ke Medan, kemudian naik pesawat Sriwijaya Air ke Padang melalui Bandara Kuala Namu. Bagi saya pribadi, ini pertama kalinya menginjakkan kaki di ranah Minang. Saya sangat antusias ikuti diklat ini dan menjadi pengalaman hebat bagi saya.

Saya sudah sering mendengar tentang tanah Minang, baik itu budayanya, adat, maupun orang-orangnya yang dijuluki perantau ulung dan masakannya, terutama rendang, terpilih sebagai makanan terenak di dunia, versi turis.

Sesampai di Padang, karena jalan darat ke Medan dari Aceh, tentu saja sangat melelahkan.  Kami kemudian menginap di hotel. Esoknya, menyenangkan sekali dapat bertemu dan berbagi cerita tentang daerah masing-masing di ranah Minang ini.

Kebinekaan Indonesia dapat saya rasakan di sini. Kami bercerita dan berbagi pengalaman tentang daerah masing-masing. Setelah acara pembukaan diklat, kami dibagi ke dalam tiga kelas besar, kemudian dipecah lagi menjadi beberapa kelompok kecil, lebih kurang 14 orang jumlah per kelompok. Setiap kelompok akan belajar bersama dan bekerja sebagai sebuah tim serta dibimbing oleh dua orang fasilitator.

Sebelum terjun ke lapangan untuk praktik belajar lapangan (PBL), kami dibekali dengan materi-materi, latihan, microteaching, dan persiapan lainnya selama tiga hari. Dari pagi sampai sore kami belajar bersama-sama saling bantu dengan target agar diklat ini berjalan dengan sukses. Malamnya kami masih belajar walau hanya beberapa jam saja guna menyusun rencana dan persiapan untuk keesokan harinya. Setiap kelompok atau tim kecil dipandu oleh dua fasilitator yang menilai kemampuan pribadi di dalam kelompok maupun kekompakan di dalam tim.

Setelah kami belajar bersama selama tiga hari, kami pun belajar praktik di lapangan selama lima hari. Setiap hari mulai pukul 07.00 WIB, bus sudah menunggu untuk mengantar kami ke lapangan, yaitu ke rumah salah satu warga di Kabupaten Pesisir Selatan Padang. Jarak tempuhnya lumayan lama, hampir dua jam, tapi di sepanjang perjalanan kami dapat menikmati keindahan Kota Padang, pantai yang indah, kesibukan di Teluk Bayur, gunung yang hijau, dan lembah yang curam.

Sesampainya di rumah warga, kami disambut dengan sangat ramah. Setelah sesi perkenalan, kami bersama beberapa warga mulai belajar bersama. Ada sepuluh warga yang ikut belajar bersama kami. Bagi kami menyenangkan sekali dapat berkenalan dengan penduduk lokal dan banyak bertanya mengenai budaya Minangkabau. Setiap hari kami belajar bersama dengan warga setempat sehingga ikatan kedekatan kami semakin kuat terjalin. Pembelajaran pun kami rancang dengan menyenangkan agar kami tidak cepat bosan.

Di dalam PBL ini, pembelajaran dilakukan dengan dua arah, baik itu dengan diskusi, tanya jawab, dan permainan atau ice breaking supaya kami tidak lekas bosan. Setiap peserta dari kelompok bergiliran maju untuk menjelaskan materi dari tiap-tiap modul kepada warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Ada lima modul dan harus kami selesaikan dalam lima hari, baik itu modul tentang pengasuhan dan pendidikan anak (PPA), pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha (PKPU), kesehatan dan gizi (KG), perlindungan anak (PA), dan kesejahteraan sosial (Kesos) lanjut usia, serta disabilitas.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved