Warga Siram Air ke Tubuh Korban, Ibu dan Anak Terbakar
Basri (43) bersama istri dan kedua anaknya, Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, sedang menikmati kebersamaan
LHOKSEUMAWE - Basri (43) bersama istri dan kedua anaknya, Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, sedang menikmati kebersamaan sembari menonton televisi di rumah mereka di Desa Baloi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Tiba-tiba, seorang anaknya berteriak tivi terbakar. Spontan, Basri yang cacat kaki merayap untuk ke luar rumah. Saat tiba di luar rumah, dia melihat anak bungsunya, Asyira Kamil (10) berhasil ke luar dari dalam rumah dengan kondisi selamat.
Lain hal yang dialami istri Basri, Ummiyah (37) serta anak sulungnya, Diyah Khastiya (12). Keduanya berlari ke luar rumah dalam kondisi baju yang dipakai mulai terbakar. Ibu dan anak menangis sembari berteriak meminta pertolongan.
Ternyata, teriakan tersebut membuat warga di sekitar langsung berlarian menuju lokasi musibah. Kala tiba di tempat kejadian sore itu, warga langsung mengambil air di sekitar lokasi. Mereka pun menyiram air ke tubuh Ummiyah dan Diyah Khastiya yang sedang terbakar.
Usaha warga memadamkan api di tubuh ibu dan anak berhasil. Setelah api padam, keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara di Buket Rata Lhokseumawe. Ummiyah terbakar tangan kiri, ujung kaki kiri dan kanan. Sedangkan yang parah mengalami luka adalah anaknya, Diyah Khastiya. Hampir seluruh badannya mengalami luka bakar.
Ummiyah yang ditemui Serambi di ruang IGD RSUCM menceritakan, awalnya dia tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, saat dia sadar, api sudah membakar lengan baju kirinya. Di tengah kepanikan itu, ia melihat baju dari bahan kaos yang digunakan anaknya, Diyah Khastiya ikut terbakar.
“Kami secara bersama-sama lari ke luar rumah sambil menangis dan berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian, warga pun datang menyiram tubuh kami dengan air. Setelah api padam, kami langsung dibawa lari ke rumah sakit,” ungkap Ummiyah, Rabu (25/9/2019) sore.
Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri menyebutkan, rumah korban habis terbakar bersama harta benda di dalamnya. Untuk bantuan masa panik langsung diserahkan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Ikut mendampingi Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf. "Wali Kota juga menyerahkan bantuan satu kursi roda untuk Basri," kata Samsul Bahri.
Danru B Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe, Ridwan menyebutkan, untuk proses pemadaman rumah Basri, pihaknya mengerahkan tiga unit armada. Dua dari Pemko Lhokseumawe dan satu lagi dari Pemkab Aceh Utara. Sehingga, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembes ke rumah warga lain.
Kabid Pelayanan RSUCM Aceh Utara, dr Mukhti menyebutkan, kesadaran kedua korban kebakaran saat sampai ke rumah sakit dalam kondisi baik. Setelah mendapatkan penanganan awal, ibu dan anak dibawa ke ruang inap guna proses pengobatan lanjutan.
Pada Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, kedua korban dibawa masuk ke dalam ruang operasi rumah sakit. Ummiyah dan anaknya, Diyah Khastiya ditangani dokter ahli bedah untuk proses pembersihan luka. "Ada sekitar satu jam atau dua jam proses pembersihan luka di ruang operasi," katanya.
Setelah pembersihan luka dilakukan, kalau yang terbakar hanya bagian kulit korban saja. Ummiyah mengalami luka bakar di tangan kiri dan kedua kakinya. Sedangkan anaknya, Diyah Khastiya mengalami luka bakar sekitar 48 persen di bagian tubuhnya. "Kondisi kedua pasien baik," pungkas dr Mukhti.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-kebakaran-ummiyah-dan-anaknya-diyah-khastiya.jpg)