Senin, 11 Mei 2026

Korban Tewas karena Terjepit, Proses Evakuasi tiga Jam

Tiga penumpang yang tewas saat bus Putra Pelangi BL 7522 AA terbalik di Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Meunasah Aron, Kecamatan Muara Batu

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ JAFARUDDIN
Tiga korban Bus putra pelangi terbalik di jalan nasional persisnya Di Desa Aron, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, saat ini berada di Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (27/9/2019). 

* Bus Putra Pelangi Terbalik

LHOKSUKON - Tiga penumpang yang tewas saat bus Putra Pelangi BL 7522 AA terbalik di Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Meunasah Aron, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (27/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB, karena terjepit badan bus tersebut. Akibatnya, proses evakuasi semua korban termasuk empat orang yang mengalami luka-luka membutuhkan waktu hingga tiga jam.

Ketiga korban yang meninggal dunia adalah Armia (31) dan Amiran (40), keduanya warga Desa Dayah Beureueh, Kecamatan Mutiara, Pidie, serta Irwan Saputra (39), pedagang mi Aceh asal Desa Beutong Pocut, Kecamatan Sakti, Pidie. Sedangkan satu korban lagi yang juga terjepit badan bus adalah Zulfikar (30), warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Namun, tangan kirinya mengalami luka parah.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Widya Rachmad Jayadi, kepada Serambi, kemarin, kecelakaan itu berawal saat bus Putra Pelangi yang berangkat dari Medan menuju Banda Aceh setiba di lokasi tersebut coba mendahului bus lain yang ada di depannya. Karena mengambil jalur terlalu ke kanan, Putra Pelangi tersebut keluar dari badan jalan sebelah kanan.

Lalu, sopir berusaha mengembalikan laju bus tersebut ke jalur semula. Tapi, karena sopir mengambil jalan terlalu ke kiri sehingga keluar dari badan jalan sebelah kiri dan langsung menabrak kios, tiang listrik, dan tiang Telkom yang ada di sebelah kiri jalan arah ke Banda Aceh. Saat sopir berusaha naik kembali ke badan jalan, bus tersebut oleng dan kemudian terbalik ke kiri di atas badan jalan.

“Menurut keterangan penumpang, sesampai lokasi kejadian bus oleng ke kanan dan ketika dibalas ke kiri langsung terbalik,” ujar Kasat Lantas. Diduga, sopir kedua bus itu, Burhan, diduga melamun saat menyetir, sehingga menabrak tiang listrik sebelah kiri dan terbalik dengan posisi ban ke samping. Setelah kejadian, Burhan, melarikan diri dengan menumpang mobil angkutan umum lain.

Sedangkan sopir satu, Mardani (60), warga Desa Amplas, Kecamatan Amplas, Kota Medan, saat kejadian sedang tidur di bagian belakang bus. “Dalam kecelakaan itu, tiga penumpang meninggal dunia, satu luka berat, dan empat lainnya luka ringan,” ujar AKP Widya Rachmad Jayadi. Kini, tambah Kasat Lantas, pihaknya sedang menyelidiki penyebab pasti kecelakaan bus tersebut.

Sementara Mardani menjelaskan, Burhan mulai menyopiri bus itu dari Langsa karena dirinya sudah lelah dan ingin istirahat. “Saat itu saya pesan kepada Burhan ketika Subuh giliran saya lagi yang nyetir. Tapi, ketika saya terbangun dan meraba tersentuh badan penumpang yang sudah dingin, kemungkinan sudah meninggal,” ungkapnya.

Sopir ambulans Puskesmas Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Fajar, kepada Serambi,  menyebutkan, dirinya sempat melihat langsung dan membantu proses evakuasi korban, mulai saat terjepit hingga membawanya ke Puskesmas Muara Batu dan Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe.

“Saya bersama puluhan warga membantu evakuasi korban dengan cara manual. Kami gunakan kayu untuk mengeluarkan korban yang terjepit,” katanya. Korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah Zulfikar, kemudian Armiya, dan dua korban lain yang terjepit. Proses evakuasi tiga jam. Dari pukul 03.00 sampai pukul 06.00 WIB baru semua korban berhasil kita evakuasi,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, tambah Fajar, dirinya hilir mudik dari puskesmas ke lokasi kejadian untuk membantu mengevakuasi korban. “Zulfikar, korban yang luka parah di tangan kirinya sekarang dirawat di Rumah Sakit Kesrem,” pungkas Fajar.

Jamin semua penumpang

Sementara itu, Jasa Raharja sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang asuransi kecelakaan menjamin seluruh korban kecelakaan lalu lintas. "Sesuai UU Nomor 33 Tahun 1964, Jasa Raharja akan menjamin seluruh penumpang yang menjadi korban dalam musibah Bus Putra Pelangi ini, baik yang meninggal dunia atau yang dirawat di rumah sakit. Seluruhnya dijamin," ujar Kepala Jasa Raharja Aceh, Mulkan SE MSi AAAIK, kepada Serambi, kemarin.

Kepala Unit Operasional dan Humas Jasa Raharja Aceh, Piter SE menambahkan, Jasa Raharja juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia secepatnya. "Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017, santunan kepada ahli waris yang meninggal dunia sebesar 50 juta rupiah dan biaya rawatan 20 juta rupiah," demikian Piter. (jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved