Fotografer Senior Sejuta Karya
NAMA Bedu Saini tidak asing di kalangan jurnalis Aceh. Bedu Saini adalah fotografer senior yang telah melahirkan sejuta karya dengan kameranya
NAMA Bedu Saini tidak asing di kalangan jurnalis Aceh. Bedu Saini adalah fotografer senior yang telah melahirkan sejuta karya dengan kameranya. Dalam perjalanan kariernya sebagai fotografer Serambi Indonesia, Bedu telah merekam rentetan sejarah Aceh dengan kameranya, sejak masa konflik hingga tsunami Aceh 2004 silam.
Tragedi tsunami 15 tahun lalu menjadi karyanya yang monumental, bahkan menjadi buku fotografi pertamanya berjudul Civilization of Ligth pada tahun 2015 lalu. Buku itu diprakarsai PFI dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) dengan kurator Oscar Matulloh, 2015 silam.
Redaktur Foto Harian Serambi Indonesia ini juga mendapat penghargaan dan dinobatkan sebagai 'Fotografer Sepanjang Masa' (Lifetime Achievment) oleh PFI Pusat. Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada malam anugerah PFI di Gedung Pos Indonesia, Kota Tua, Jakarta, Jumat (21/4/2017) malam di Jakarta.
Sementara Eko Deni Saputra saat ini bertugas sebagai jurnalis Rencong Post (Indonesia Inside network). Eko juga dikenal sebagai fotografer lapangan hijau yang sering mengabadikan momen pertandingan Persiraja Kota Banda Aceh. Bahkan, pria asli Banda Aceh ini juga sempat menjadi fotografer olahraga di Jakarta, namun memilih kembali untuk pulang ke Banda Aceh.
Bedu Saini dalam sambutannya setelah terpilih sebagai Ketua PFI Aceh mengatakan, dia berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh semua pengurus dan anggota PFI Aceh. "Ke depan kita harus bersama-sama mengurus organisasi ini dan PFI Aceh harus menjadi wadah bagi para fotografer jurnalis di Aceh. Terima kasih kawan-kawan semua," pungkas Bedu Saini.(dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-karya-bedu-saini-dan-tarmizi-harva_20161215_105854.jpg)