Teuku Raja Keumangan

Mantan Birokrat Berlabuh di Parlemen

TEUKU Raja Keumangan SH MH adalah salah satu calon anggota legilatif (caleg) pada Pemilu 2019 yang berhasil lolos menjadi anggota DPRA

Mantan Birokrat Berlabuh di Parlemen
IST
TEUKU Raja Keumangan SH MH adalah salah satu calon anggota legilatif (caleg) pada Pemilu 2019 yang berhasil lolos menjadi anggota DPRA dari Partai Golkar

TEUKU Raja Keumangan SH MH adalah salah satu calon anggota legilatif (caleg) pada Pemilu 2019 yang berhasil lolos menjadi anggota DPRA dari Partai Golkar. Maju dari daerah pemilihan sepuluh, adik mantan Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini, ini berhasil mengantongi 8.382 suara dan memastikan satu dari 81 kursi DPRA menjadi miliknya.

Pria yang akrab disapa TRK ini adalah anak ke-10 dari pasangan Teuku Raja Azman dan Hj Cut Wan Zainah. Ayah TRK adalah putra Teuku Beutong Banta Tjoet yang juga dikenal sebagai raja terakhir Kerajaan Beutong. Sedangkan ibunya, putri dari Abu Habib Muda Seunagan (Abu Peulukueng) tokoh ulama kharismatik Aceh yang juga pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak berlebihan jika TRK disebut sebagai cucu raja dan ulama. Sebab, silsilah dari ayahnya, pria kelahiran Peuleukung, 18 Agustus 1967 tersebut, saat ini menjadi pemangku adat Kerajaan Beutong. “Saya cucu raja dan juga cucu ulama,” kata TRK.

Darah pejuang dan darah seorang politisi tak pelak mengalir di diri TRK. Ayahnya Teuku Raja Azman adalah salah satu tokoh yang mendirikan Sekber Golkar di Aceh sejak tahun 1964. Pada tahun 1971 (pemilu pertama Indonesia), ayahnya maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Aceh. ‘Terpilih saat itu hingga dua periode. Terakhir jadi pimpinan DPRD Aceh Barat, totalnya tiga kali di parlemen ayah saya,” kata TRK.

Alumnus Pascasarjana Hukum Unsyiah ini menikah dengan Cut Inda Ratna Safriati SE dan dikaruniai empat anak. TRK memulai karier sebagai birokrat, pegawai di Kejaksaan Tinggi Aceh pada tahun 1988 dan pernah bertugas di Lhoksukon, Aceh Utara. Kariernya di birokrat terbilang gemilang, pernah menjabat beberapa jabatan penting, termasuk kepala Bappeda Nagan Raya.

TRK muda juga sempat menjadi seorang aktivis yang sempat memimpin aksi demo besar-besaran saat pemilihan bupati Aceh Barat. Demo itu berhasil menghentikan sidang DPRD Aceh Barat. “Saya saat itu dukung Pak Zulkarnain Djafar, tapi nama beliau dipotong oleh pusat sebagai calon. DPRD memilih Nashruddin, makanya kami demo sampai menghentikan sidang itu,” kenangnya.

Secara langsung, TRK mulai terjun dalam dunia politik saat menjadi salah satu calon Bupati Nagan Raya pada tahun 2012 berpasangan dengan Menter SSos. Namun, TRK harus mengakui keunggulan abangnya sendiri yakni Drs HT Zulkarnaini yang kala itu berpasangan dengan HM Jamin Idham.

Nama Teuku Raja Keumangan kian masyhur pada Pilkada Nagan Raya 2017 lalu. TRK kembali maju sebagai calon bupati Nagan Raya berpasangan dengan Said Junaidi. Saat itu, TRK yang sudah 29 tahun menjadi seorang birokrat, rela keluar dari ASN karena aturan regulasi untuk berkompetisi merebut kursi Nagan Raya satu. Namun, keburuntungan belum memihaknya. Sesuai keputusan KIP Nagan Raya, TRK saat itu mengantongi 34.474 suara, kalah dari pasangan HM Jamin Idham-Chalidin yang meraih 44.356 suara.

Pada tahun 2019, TRK memutuskan ikut sebagai salah seorang caleg DPRA. Partai ‘beringin’ yang sudah mengakar dalam tubuhnya menjadi kendaraan politik. Berbekal tim yang solid dan dukungan penuh konstituen, TRK terpilih menjadi anggota DPRA. Benar-berar perjuangan panjang Teuku Raja Keumangan, seorang mantan birokrat yang kini berlabuh di parlemen.

Apa sebenarnya motivasi TRK maju sebagai anggota DPRA? “Ini panggilan jiwa, kita harap ke depan semakin baik, ada perbaikan dalam pembangunan. Perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat itu saya rasa tidak ada habis-habisnya,” ujar TRK.

TRK juga berjanji akan memperjuangkan pemerataan pembangunan di Aceh. Indikator dari meratanya pembangunan, kata TRK, adalah sebaran anggaran. “Sebaran anggaran harus merata, arah pembangunan harus sesuai RPJM, visi misi. Khusus kawasan Barsela selama ini sedikit kurang perhatian, dan saya siap memperjuangkannya di parlemen,” katanya.

TRK juga siap memperjuangkan nasib petani kelapa sawit di Nagan Raya yang selama ini mengeluh karena anjloknya harga. Menurutnya, ini persoalan besar, karena mayoritas warga di Nagan Raya dan beberapa kawasan di Barsela adalah petani sawit. “Kita juga akan perjuangkan beberapa hal lain seperti keberadaan rumah sakit dan pendidikan,” kata TRK.

TRK berterima kasih kepada seluruh warga Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Simeulue, yang sudah memilihnya pada Pemilu 2019 lalu. “Insya Allah saya siap memperjuangkan hak-hak rakyat di parlemen ke depan, saya juga mohon dukungan semua konstituen dan masyarakat semoga saya amanah dalam tugas,” demikian Teuku Raja Keumangan. (dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved