JURNALISMEWARGA

Membangun Gerakan Literasi dari Nol Kilometer Indonesia

DUNIA literasi menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, khususnya bagi para mahasiswa dan siswa-siswa

Membangun Gerakan Literasi dari Nol Kilometer Indonesia
IST
WANHAR LINGGA, S.Pd., Guru SMP IT Al-Hafidz Rizqullah Danau Bungara Singkil, Kontributor Aceh Carong Wilyah Singkil, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Sabang

WANHAR LINGGA, S.Pd., Guru SMP IT Al-Hafidz Rizqullah Danau Bungara Singkil, Kontributor Aceh Carong Wilyah Singkil, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Sabang

DUNIA literasi menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, khususnya bagi para mahasiswa dan siswa-siswa yang hari ini sedang mengenyam pendidikan di tingkat menengah.

Gerakan menumbuhkan kesadaran literasi menjadi sangat penting bagi dunia pendidikan dan tidak mungkin pula bisa dipisahkan. Di dalam dokumen deklarasi yang bertajuk Towards an Information Literate Society dinyatakan secara tegas bahwa literasi informasi harus menjadi bagian integral dalam pendidikan.

Seusai mengikuti pelatihan pengembangan informasi pendidikan oleh Dinas Pendidikan Aceh  di Banda Aceh selama empat hari di akhir pekan lalu, saya bersama teman-teman Tim Aceh Carong Dinas Pendidikan Aceh sepakat untuk mengunjungi titik Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang. Kami naik kapal Express Bahari ke sana. Bukan sekadar berwisata, melainkan untuk menggerakkan literasi dalam upaya pemajuan dunia pendidikan.

Menikmati birunya laut dan keindahan gugusan pulau, tidak terasa hanya 45 menit bertolak dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, kami sudah sampai di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang. Ini kota eksotik yang menjadi buah bibir turis domestik dan mancanegara. Melihat sekilas keindahan Sabang, saya langsung teringat akan keindahan pulau-pulau memesona di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Lautnya yang biru, airnya jernih, dan banyak ikan hiasnya, ditambah terumbu karang yang terjaga baik, inilah kesamaan pesona wisata bahari antara Pulau Weh, Sabang, dengan Pulau Banyak, Aceh Singkil, tempat kami berasal.

Setiba di Pelabuhan Haloban, kami disambut oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang, Abdul Hamid MPd. Selanjutnya perjalananan kami awali dengan mengunjungi SMK 1 Kota Sabang. Setelah istirahat di Hotel SMK 1 Kota Sabang, kami dijamu oleh  Kepala Sekolah SMA 1 Sabang untuk santap malam.

Kembali ke topik awal, literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tapi juga dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan.

Selama ini kita telanjur menganggap bahwa bicara literasi seolah-olah hanya diharuskan bagi mereka yang sekolah atau kuliah di jurusan komunikasi, ilmu dakwah, atau bahasa dan sastra. Padahal, sejatinya ilmu literasi ini harus dimiliki oleh semua siswa dan mahasiswa untuk memajukan dunia pendidikan ke depan.

Dari apa yang ditulis atau yang diucapkan seseoranglah kita jadi tahu bahwa dia orang intelek. Tanpa karya tulis, kita bisa-bisa tak dianggap. Itu sebab ada anjuran, membacalah agar Anda mengenal dunia dan menulislah agar dunia mengenal Anda.

Atas dasar itu, kami dari Aceh Carong bersama Abdul Hamid MPd selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang dan Baihaqi SPd, penggerak utama Aceh Carong, bersepakat untuk menggerakkan literasi dimulai dari Nol Kilometer Indonesia, sehingga gerakan ini merata untuk seluruh Aceh, dengan kata lain dari Balohan hingga Haloban. Haloban adalah ibu kota Pulau Banyak Barat yang merupakan pulau terluar Aceh di wilayah Aceh Singkil.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved