Kamis, 14 Mei 2026

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto: Masyarakat Indonesia Ternyata Belum Cukup Dewasa

"Kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi cobaan di usia ke-74 tahun, ternyata belum cukup dewasa," ujar Panglima

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) diikuti Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (tengah) bersiap memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Menko Polhukam Wiranto menyatakan bahawa aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa telah diambil alih oleh para perusuh yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu Presiden 2019 pada 20 Oktober 2019. 

SERAMBINEWS.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, masyarakat Indonesia belum cukup dewasa dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan Panglima itu disampaikan melalui sepucuk surat yang dibacakan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam acara doa bersama dalam rangka HUT TNI Ke-74 dan untuk pahlawan revolusi di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/9/2019) malam.

"Kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi cobaan di usia ke-74 tahun, ternyata belum cukup dewasa," ujar Panglima, sebagaimana dikutip Antara.

Saat ini, kata Hadi, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin rumit dan berbagai bencana serta peristiwa bertubi-tubi terjadi.

Baca: Striker Ini Lewati Catatan Gol Cristiano Ronaldo di Liga Inggris

Gempa bumi dan letusan gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan serta lahan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat, demonstrasi yang berujung kerusuhan serta pilkada serentak dan Pemilu 2019.

Hadi pun berpesan agar seluruh komponen bangsa menahan diri, kemudian mencoba saling menghargai, menghormati dan bahu membahu dalam pembangunan.

Sembari menyadari bahwa perbedaan adalah kekuatan Pendiri bangsa ini sesungguhnya sudah menyadari hal tersebut sehingga menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Sebagai bagian dari komponen bangsa, rakyat pun semestinya memiliki kewajiban untuk bersinergi dengan komponen lainnya.

"Kita harus bersama-sama memanfaatkan setiap potensi yang ada untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bersama, tidak boleh ada yang tertinggalkan dan terpinggirkan atau tertinggal sama sekali," ujar dia.

Baca: 15 Tahun Jadi Anggota DPR, Ini Jumlah Uang Pensiun Fahri Hamzah dan Anggota Dewan Lainnya

Ia juga berharap TNI selalu profesional dalam menjalankan tugas pokoknya.

"Semoga pula TNI dapat melaksanakan setiap tugas pokoknya," ujar Hadi.

Dalam acara doa bersama ini juga dihadiri KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dan ratusan prajurit TNI/Polri serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT).

Serta tausyiah oleh Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Sedangkan dzikir dan doa dipimpin KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj.

Baca: Massa Gunakan Batu, Polisi Andalkan Gas Air Mata, Pelajar Masih Bertahan di Jalan Tentara Pelajar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Panglima TNI: Masyarakat Indonesia Ternyata Belum Cukup Dewasa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved