Kamis, 9 April 2026

Pelintas Diimbau Berhati-hati

Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan petir mulai melanda Kota Subulussalam terutama pada petang dan malam hari

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Longsor mengancam jalan Singkil-Subulussalam di kawasan Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Selasa (9/4/2019). 

* Rawan Longsor pada Musim Penghujan

SUBULUSSALAM - Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan petir mulai  melanda Kota Subulussalam terutama pada petang dan malam hari. Oleh karena itulah, para pelintas diimbau untuk berhati-hati saat melintas di wilayah Subulussalam.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, Nesal Putra, Minggu (29/9), mengimbau para pengguna jalan Aceh-Medan agar mewaspadai kala melintas di wilayah Subulussalam.

Menurut Nesal, sesuai update Peringatan Dini Cuaca Provinsi Aceh tanggal 29 September 2019 pukul 10.40 WIB, Kota Subulussalam masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Selama ini, kata Nesal, setiap musim penghujan ada beberapa titik di Kota Subulussalam yang rawan longsor hingga pohon tumbang. Kemudian ada pula lokasi rawan banjir di Jalan Nasional Subulussalam-Medan. ”Makanya kita imbau warga pengguna jalan untuk tetap waspada,” kata Nesal.

Secara terpisah, Iwan, Kepala PPK 13 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah II, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kepada Serambi juga menyampaikan imbauan bagi para pengendara yang melintas, khususnya kawasan Kedabuhen, Jontor-Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Lokasi ini salah satu sebaran titik rawan longsor dan pohon tumbang setiap musim penghujan. Sebab, di sana terdapat tebing bukit yang labil serta pepohonan hutan lebat.

Iwan mengatakan, pihaknya memang terus standby untuk mengantisipasi bencana longsor, pohon tumbang, termasuk banjir. Menurut Iwan, sejauh ini ada sejumlah titik badan jalan rawan longsor di wilayah Subulussalam. Berdasarkan data PJN wilayah II, lokasi rawan longsor yakni di ruas Subulussalam batas Provinsi Sumatera Utara. Lokasi itu berada di km 610-617 Kota Subulussalam sekitar Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan. “Lokasi paling rawan longsor ada delapan kilometer jalur nasional ini,  berada di perbatasan Aceh Medan tepatnya Jontor dan Lae Ikan, Penanggalan, Kota Subulusssalam,” terang Iwan

Kecuali itu, kata Iwan  ada beberapa titik rawan bencana banjir seperti di Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri. Selanjutnya Desa Bulu Sema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil, dan  Desa Biskang dan Sosor. Dikatakan, selain rawan banjir, musim penghujan dan cuaca ekstrem, juga memicu bencana lain. Oleh karena itu,  Iwan pun mengimbau warga Aceh yang melakukan perjalanan  ke Medan, Sumatera Utara, untuk lebih mewaspadai tanah longsor yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Pada bagian lain Iwan menjelaskan, jalur nasional Aceh-Medan via Subulussalam di Jontor dan Lai Ikan itu rawan longsor lantaran sepanjang jalan berada di lereng perbukitan dan tanahnya labil. Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter. Menurut Iwan, hampir tiap hari hujan deras terus di Subulussalam, ada beberapa titik bukit-bukit yang rawan longsor dan menimbun jalan. (lid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved