SEURAMOE UMKM

Tiram Kerupuk Diminati hingga ke Luar Negeri  

TIRAM yang merupakan sekelompok kerang-kerangan dengan cangkang berkapur dan relatif pipih itu kini dapat diolah menjadi makanan ringan

Tiram Kerupuk Diminati hingga ke Luar Negeri   
IST
TIRAM yang merupakan sekelompok kerang-kerangan dengan cangkang berkapur dan relatif pipih itu kini dapat diolah menjadi makanan ringan atau snack oleh Natural Food 

TIRAM yang merupakan sekelompok kerang-kerangan dengan cangkang berkapur dan relatif pipih itu kini dapat diolah menjadi makanan ringan atau snack oleh Natural Food. Antaranya ada tiram kerupuk dan tiram nugget yang diminati hingga ke luar negeri, dan seluruh Indonesia. 

Pimpinan Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja kepada Serambi, Minggu (29/9) mengatakan, pengiriman ke luar negeri tepatnya ke Malaysia dan seluruh Indonesia dilakukan secara kontinu. Selain diolah menjadi snack, tersedia juga dalam bentuk tiram segar, dan kuliner tiram berupa olahan masakan khas Aceh yang juga dapat diorder tiap harinya. "Kuliner tiram ini kalau ada even dan bazar kita juga ikut berpartisipasi, antaranya ada tiram balado, dan berbagai olahan tiram yang sudah dimasak," ujarnya.

Dikatakan, masyarakat juga bisa memperoleh berbagai olahan tiram mulai dari yang mentah, snack hingga olahan tiram lainnya di Alue Naga Market, Lamyong, Banda Aceh atau bisa order juga di marketplace. Harga yang dijual bervariasi untuk tiram kerupuk original Rp 10.000/pcs, tiram kerupuk balado dan jagung manis masing-masing dijual Rp 13.000/pcs dengan isi 200 gram.

Sedangkan untuk tiram nugget Rp 20.000/pcs juga dengan isi 200 gram. "Wisatawan luar negeri mereka sukanya yang sudah digoreng, tapi kalau lokal lebih suka yang belum diolah," sebutnya.

Ia menambahkan, di Aceh pasar tiram ini lebih banyak permintaan yang nugget dan mentah. Begitu juga ke seluruh Indonesia banyak permintaan untuk tiram nugget dan kerupuk, sementara Malaysia banyak yang minta tiram kerupuk.  "Tiram nugget paling disukai masyarakat Indonesia, karena unik, rasanya enak, dan kandungan gizinya juga lebih tinggi," ujar Zainal.

Dengan usaha ini, pihaknya dapat memberdayakan petani tiram di Alue Naga, Banda Aceh. Tiram segar itu langsung diambil oleh petani tiram di lokasi budidaya, dan dikemas tanpa pengawet. Metode mencuci tiram menggunakan air yang mengalir, sehingga kualitas air bisa dijamin kebersihannya. Hasil penjualan tiram, 20 persennya digunakan untuk membeli bibit mangrove.

Ia menuturkan bisnis yang dijalani ini bermula dari kehilangan paman dan sepupu di Alue Naga saat musibah tsunami yang melanda Aceh 2004 silam. Ia melihat banyak tanah di kawasan itu menjadi tambak, dan banyak yang mencari tiram di lokasi tersebut. "Itu salah satu motivasinya sehingga diharapkan juga dapat meningkatkan ekonomi para petani tiram," sebutnya.

Belum lama ini, Natural Food yang merupakan salah satu wirausaha sosial milik Natural Aceh, kembali menerima penghargaan sebagai juara I pada Wirausaha Muda Mandiri (WMM) kategori sosial, Zona Barat di Mandiri University Palembang, 25 September 2019.

Sebelumnya, Natural Food juga meraih juara II pada Perlombaan Wirausaha Muda Syariah dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan, 2-4 Agustus 2019. Serta memperoleh penghargaan sebagai pemenang wirausaha mikro dalam berbagai bidang usaha melalui Citi Microentrepreneurship Award (CMA) 2018-2019 yang diserahkan oleh Batara Sianturi selaku CEO Citi Indonesia (Citibank).(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved