Jurnalisme Warga

Sensasi Arung Jeram, Laksana Menari Saman di Atas Air

Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Anjungan Daerah (Rakernas Fokad) Se-Indonesia berlangsung selama tiga hari

Sensasi Arung Jeram, Laksana Menari Saman di Atas Air
IST
CUT PUTRI ALYANUR, ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, melaporkan dari Malang, Jawa Timur

OLEH CUT PUTRI ALYANUR, ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, melaporkan dari Malang, Jawa Timur

Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Anjungan Daerah (Rakernas Fokad) Se-Indonesia berlangsung selama tiga hari pada September 2019 di Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Berada di dalam rangkaian Rakernas Fokad itu kami sebanyak 30 dari 43 peserta rakernas dan dari 27 provinsi yang hadir, berkesempatan melakukan kegiatan wisata yang dikemas rapi dan variatif oleh panitia, berupa wisata agro, wisata alam, dan petualangan gembira, arung jeram.

Wisata adventure ini kami sebut gembira, hanya karena untuk mereduksi rasa takut dan ketidakmampuan kami para peserta wanita yang tak mahir berenang, berusia antara 36 sampai 58 tahun, dan perlu nyali tersendiri untuk bisa tampil seperti layaknya peserta arung jeram lain yang rata-rata muda. Akhitnya dengan tekad, semangat, kekompakan, persatuan, dan keserasian dalam kebinekaan yang menjadi landasan utama kegiatan Rakernas Fokad Go to Bromo, membuat para peserta perwakilan daerah se-Indonesia ini bersatu rasa, untuk menikmati alam Indonesia Raya.

Dari sisi lain yang menantang dan cenderung tak terduga, yaitu sebuah perjalanan yang tidak lazim kami lakukan, tetapi menarik untuk dicoba. Arung jeram adalah aktivitas olahraga air yang berisiko, tetapi semua orang yang sehat, prima fisik dan mentalnya mampu melakukan dengan baik dan benar olahraga ini.

Para pengarung jeram biasa disebut rafter dan kamilah rafter itu. Kami harus bisa beradaptasi dengan kondisi alam dan hal-hal darurat yang tak terduga di lokasi pengarungan atau sekitar jalur alur. Tidak mengeluh, percaya diri, fokus, dan tawakal untuk keberhasilan petualangan menuju tekad bersama.

Sabtu lalu, peserta arung jeram siap untuk berarung jeram yang berpusat di lokasi Ndayung Rafting, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Lokasi ini berada di aliran Sungai Amprong, Kawasan Wisata Alam Coban Pelangi di Areal Taman Nasional Bromo Tengger, Semeru.

Sesuai arahan guide, pendamping arung jeram yang biasa disebut skipper, kepada kami dierkenalkan situasi lokasi arung dan morfologi sungai, serta cara memakai fasilitas arung. Termasuk upaya penyelamatan diri sendiri, kerja sama tim yang harus padu, serentak, selalu menjalankan instruksi dan arahan yang diberi oleh skipper.

“Ibu-ibu alur arung kita adalah alur Sungai Anprong, dalam jalur bawah, biasa disebut jalur loading,” kata Lasong, skipper anggota Mahasiswa Pencinta Alam dari Universitas Islam Malang, yang memakai nomor dada anggotanya RPA.12.XXIII.224.

Saya dan Tien dari NTT, berada dalam satu perahu karet warna kuning, siap untuk menjelajahi areal jalur arung sejauh 5 km, dengan waktu tempuh dua jam perjalanan. Baju pelampung, helm, adalah modal utama, di samping kepasrahan yang tertinggi dalam lintas sejarah kehidupan saya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved