Breaking News:

Sosialisasi fasilitas impor

Importir Aceh Diharap Manfaatkan Fasilitas Gratis Pajak Kepabeanan

Melalui izin ini, barang impor yang masuk melalui perusahaan Anda, bisa gratis segala jenis pajak kepabeanan impor.

Editor: Mursal Ismail
Tabloid Investasi
Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas I Kanwil DJBC Aceh, Hadi Haryadi 

“Syarat mengurus kedua izin ini sangat mudah, antara lain perusahaan sudah punya NIB (Nomor Induk Berusaha), Izin Usaha Industri (IUI), dan hak penguasaan lahan minimal satu hektar. Syarat administrasi itu discan, kemudian diajukan secara online bersama permohonan melalui portal registrasi.insw.go.id. Nah, secara sistem permohonan itu akan tertuju ke KPPBC daerah perusahaan pemohon,” jelas Hadi.

Selanjutnya, kata Hadi, petugas KPPBC akan memeriksa semua dokumen syarat administrasi dimaksud. Selain itu, juga mengecek ke lokasi sesuai waktu kesiapan pemohon yang disebut dalam permohonan.

Kemudian, paling lama tiga hari setelah petugas memeriksa semua dokumen itu, termasuk pemeriksaan ke lokasi lahan, Kepala KPPBC menerbitkan berita acara pemeriksaan dan rekomendasi kepada Kakanwil DJBC secara online juga melalui portal yang sama.

Begitu pun, pihak Bea Cukai juga tetap melayani pengajuan permohonan secara manual, jika secara sistem belum memungkinkan.

“Selanjutnya, Kakanwil DJBC memanggil pemohon untuk memaparkan bisnisnya di Kanwil DJBC. Dalam waktu satu jam setelah selesai memaparkan proses bisnisnya, Kakanwil DJBC menerbitkan izin PLB, KB atau KITE, jika hasil paparannya tersebut sudah layak diberikan izin dimaksud. Prosesnya itu tiga plus satu. Artinya hanya tiga hari tambah satu jam. Atas penerbitan perizinan tersebut tidak dipungut biaya” sebut Hadi.

Hadi mengatakan penerbitan izin fasilitas ini sekarang menjadi kewenangan masing-masing Kantor Wilayah. Sebelumnya, semua proses ini mesti diurus secara manual ke Kantor Pusat Bea Cukai.

Meski juga gratis, tetapi bisa menghabiskan waktu hingga sebulan. Belum lagi biaya transportasi dari daerah masing-masing ke Jakarta.

Seperti diketahui, ada lima KPPBC di bawah Kanwil DJBC Aceh, yakni di Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, Langsa, dan Meulaboh.

Hanya Sabang yang khusus untuk pelayanan di daerah kepulauan itu. Sedangkan empat lainnya terbagi-bagi membawahi 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh. (mur)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved