Moody's Sebut Indonesia Salah Satu Negara Paling Rentan Gagal Bayar Utang Korporasi

Perusahaan-perusahaan di Indonesia menjadi salah satu yang disoroti lantaran memiliki risiko ketidakmampuan membayar utang yang cukup tinggi

Moody's Sebut Indonesia Salah Satu Negara Paling Rentan Gagal Bayar Utang Korporasi
AFP Photo
Lembaga pemeringkat utang internasional Moody’s Investor Service 

Hasil stress-test Moody’s Investors Service dalam laporan terbarunya, Senin (30/9/2019), mengungkap, India dan Indonesia menjadi negara yang paling rentan mengalami penurunan kapasitas pembayaran kembali utang korporasi

SERAMBINEWS.COM - Pelemahan ekonomi global menimbulkan risiko gagal bayar (default) utang bagi korporasi di kawasan Asia Pasifik (APAC).

Perusahaan-perusahaan di Indonesia menjadi salah satu yang disoroti lantaran memiliki risiko ketidakmampuan membayar utang yang cukup tinggi. 

Hasil stress-test Moody’s Investors Service dalam laporan terbarunya, Senin (30/9/2019), mengungkap, India dan Indonesia menjadi negara yang paling rentan mengalami penurunan kapasitas pembayaran kembali utang korporasi. 

Baca: Ini Profil Lima Pimpinan DPR RI Periode 2019-2024

Asisten Wakil Presiden Rebaca Tan menyebut, penilaian itu berdasarkan hasil simulasi pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di perusahaan-perusahaan mengalami penurunan sebesar 25%. 

“Dengan kondisi itu, rasio utang terhadap EBITDA di kedua negara akan melebihi 4 dengan Interest Coverage Ratio (ICR) di bawah 1,” ujar Rebaca dalam laporan berjudul  “Risks from Leveraged Corporates Grow as Macroeconomic Conditions Worsen”. 

Baca: Heboh Grup WA Pelajar STM Tagih Duit Demo, Begitu Dicek Nomor HP Ternyata Mengarah ke Mabes Polri

Semakin besar nilai rasio utang terhadap EBITDA, artinya proporsi utang lebih besar dibandingkan pendapatan perusahaan.

Sebaliknya, semakin kecil ICR, maka semakin rendah kemampuan perusahaan menutupi beban biaya bunga utangnya. 

Moody’s mencatat, sebesar 53% dari total utang korporasi di Indonesia memiliki rasio utang terhadap EBITDA di atas 4.

Sementara 40% dari perusahaan Indonesia memiliki ICR di bawah 2. 

Baca: Istri Sedang Menidurkan Anak Saat Suami Ditembak KKB di Papua, Ini Pesan Pelaku Sebelum Pergi

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved