Jurnalisme Warga

Perebutan Pangsa Pasar di Keramaian MTQ  

Perhelatan dua tahunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi di Kabupaten Pidie baru saja selesai

Perebutan Pangsa Pasar di Keramaian MTQ   
IST
NURMAHDI NURDHA, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie

OLEH NURMAHDI NURDHA,  Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie

Perhelatan dua tahunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi di Kabupaten Pidie baru saja selesai. Peristiwa ini banyak meninggalkan catatan penting yang bisa dijadikan renungan untuk mengambil hikmah dari setiap yang terjadi selama acara ini berlangsung.

Saya ingin mengajak kita untuk melirik sebuah catatan lain yang terjadi di sela-sela agenda utama penyelenggaraan musabaqah kali ini, yaitu potensi keramaian. Masyarakat yang datang berduyun-duyun memadati arena, sesungguhnya merupakan potensi yang bisa disikapi oleh pelaku ekonomi semisal perajin atau pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga setiap acara besar seperti ini pihak penyelenggara selalu menyediakan arena lain--di samping arena utama dari kegiatan MTQ--berupa bazar, untuk menampung keramaian yang terjadi. Bahkan bisa jadi sebaliknya, bazar ini justru menjadi pemicu dari kehadiran pengunjung dalam meramaikan suasana perhelatan.

Bazar ini diisi oleh ratusan pedagang yang datang dari bebagai pelosok. Baik yang berasal dari dalam wilayah Aceh maupun dari luar Aceh. Stan yang ada di dalam bazar ini menyajikan berbagai produk, mulai dari barang hasil kerajinan, produk kuliner, permainan, bahkan sektor jasa pun ikut meramaikan suasana blok-blok yang telah ditata berjejer oleh penyelenggara.

Dari kecenderungan pengunjung dalam mendatangi setiap stan yang ada, bisa memberi gambaran kepada kita bahwa adanya pengaruh kemampuan berkreasi terhadap daya saing dalam merebut jumlah pengunjung yang membeludak dan mencari aneka barang yang diinginkan. Biasanya, pengisi stan yang kreatif lebih mampu mengundang kehadiran pengunjung lebih banyak dibanding dengan stan yang menampilkan tatanan seadanya.

Tak hanya itu, jenis produk yang ditawarkan juga ikut memengaruhi tingkat kunjungan dan daya beli. Makanya pelaku bisnis yang merambah sektor keramaian ini harus benar-benar terlatih dan memiliki jam terbang yang memadai dalam menggaet isi kantong pemburu barang pada sebuah bazar.

Kejelian melihat peluang menjadi penting dan menentukan, jika para pelaku bisnis ini ingin mendapatkan omzet yang lebih banyak dari keberadaan pengunjung yang pada umumnya hadir dan telah mempersiapkan uangnya untuk berbelanja.

Di sinilah terlihat UKM lokal mengalami ketertinggalan. Pelaku bisnis dari luar ternyata lebih siap dan sigap menghadapi tantangan dalam merebut jumlah uang yang berputar dalam konstelasi ini.

Kehadiran UKM luar dalam keramaian, mampu mendominasi dalam menggaet pembeli. Mereka hadir dengan tata kelola yang sangat mapan an profesional. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai pedagang kelililing yang khusus mengisi setiap ajang keramaian pada setiap tempat dan kesempatan, di mana pun di negeri ini.

Setidaknya, inilah pengakuan mereka saat saya wawancarai mereka di sela-sela waktu luang pada waktu mengunjungi stan yang mereka tempati sehingga manajemen dan mental mereka lebih siap. Rasa percaya diri dari UKM yang berasal dari luar ini pun lebih mantap. Produk yang mereka tawarkan memiliki daya saing yang sangat kuat maka wajar kehadiran mereka lebih mampu menguasai pasar pada bazar ini.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved