Jurnalisme Warga

Serunya e-Pilkesis di Kota Sabang

Mengetahui saya dan Khairuddin MPd (Guru SMAN 1 Nurussalam) ada dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan

Serunya e-Pilkesis di Kota Sabang
IST
JON DARMAWAN, M.Pd., Guru SMAN 7 Lhokseumawe, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Anggota FAMe Chapter Lhokseumawe

OLEH JON DARMAWAN, M.Pd., Guru SMAN 7 Lhokseumawe, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Anggota FAMe Chapter Lhokseumawe

LAWATAN saya ke Sabang kali ini tidak direncanakan. Awalnya, saya ikut pelatihan di Banda Aceh. Mengetahui saya dan Khairuddin MPd (Guru SMAN 1 Nurussalam) ada dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Kota Sabang, Abdul Hamid MPd mengajak kami ke Sabang.

Dalam amatan saya, Hamid salah satu Kacabdindik yang sangat visioner. Terbukti, ia meminta kami untuk berbagi virus literasi produktif  berbasis Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di Sabang. Setelah berdiskusi singkat maka disepakati untuk melatih guru dan pengurus Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS) mengembangkan Pemilihan Ketua OSIS (Pilkesis) berbasis digital.

Pilkesis berbasis digital merupakan sistem pemilihan ketua OSIS menggunakan komputer atau smartphone. Sistem ini sangat sesuai diterapkan di era disrupsi saat ini karena memiliki beberapa keunggulan yang tak dimiliki oleh sistem manual. Misalnya, mampu menghitung suara dengan sangat cepat. Seusai pemilih menggunakan hak pilihnya maka suaranya langsung dihitung oleh sistem. Pemenang pilkesis pun langsung ketahuan.

Sistem yang kami tawarkan dalam pilkesis ini merupakan sistem digital menggunakan localhost. Sistem ini mampu menjamin kerahasiaan pemilih. Pemilih hanya memiliki satu nomor untuk digunakan saat memilih. Nomor tersebut diinput oleh admin sehingga pemilih hanya dapat memilih satu kali saja. Nomor yang tidak sesuai dengan data yang diinput oleh admin tak dapat digunakan. Sistem akan menolak nomor yang tak sesuai dengan data dalam server.

Kacabdindik Sabang ingin sistem ini juga diketahui oleh sekolah lain yang bukan di bawah kewenangannya. Ia ajak guru dan pengurus beberapa SMP berlatih menggunakan sistem ini agar sekolah di Sabang dapat menggunakan e-pilkesis dalam pesta demokrasi di sekolah.

Selaku penggagas e-pilkesis di Aceh, Khairuddin melatih peserta kegiatan dengan sabar dan tekun. Saya mendampingi peserta saat memerlukan bantuan. Dalam hal ini saya dan Khairuddin berkolaborasi agar peserta paham dan mampu menjalankan e-pilkesis. Sementara itu, Kacabdindik Sabang memilih jadi peserta agar ilmu tersebut dapat dipelajarinya. Jarang saya dapati pejabat yang mau berbaur untuk sama-sama belajar dengan peserta.

Sebagai sistem yang baru diperkenalkan di Sabang, e-pilkesis butuh pelaksanaan secara nyata atau langsung. Kacabdindik menghubungi setiap kepala sekolah untuk menawarkan pelaksanaan e-pilkesis. Mengingat hanya SMAN 2 Sabang yang belum melakukan pemilihan ketua OSIS, maka Kacabdindik meminta Kepala SMAN 2 Sabang, Satriah SPd mempersiapkan e-pilkesis dan akhirnya dilaksanakan pada 26 September 2019. Sukses e-pilkesis di SMAN 2 Sabang sangat penting agar sekolah lain juga mengikutinya. Oleh karena itu, panitia pilkesis SMAN 2 Sabang kami dampingi sampai e-pilkesis dilaksanakan. Panitia bekerja keras terutama dalam menginput data pemilih. Agar posesnya cepat, kami setting beberapa laptop admin secara paralel. Dengan demikian, proses input data pemilih dapat dilakukan oleh beberapa admin secara bersamaan.

Data yang perlu diinput ke dalam sistem adalah data kelas, data kandidat beserta visi dan misinya, dan data pemilih yang dilengkapi nomor pemilih. Setelah data tersebut selesai diinput, maka e-pilkesis siap dilaksanakan. Pemilih merupakan seluruh siswa SMAN 2 Sabang. Sedangkan kandidat terdiri atas empat pasangan calon. Agar e-pilkesis berjalan sebagaimana pemilihan umum yang sesungguhnya, panitia mengundang pemantau e-pilkesis, yakni guru dan pengurus OSIS yang ikut pelatihan e-pilkesis sebelumnya.

E-pilkesis dibuka secara resmi oleh Kacabdindik Kota Sabang, Abdul Hamid MPd. Ia berharap e-pilkesis dapat dilaksanakan di setiap sekolah terutama sekolah di bawah kewenangannya. Keunggulan yang dimiliki e-pilkesis menjadi alasan tersendiri bagi Hamid agar model tersebut juga dilaksanakan di sekolah lain.

Kepala SMAN 2 Sabang, Satriah sangat antusias karena e-pilkesis perdana di Kota Sabang justru terlaksana di sekolahnya. Prosesi e-pilkesis diawali dengan penyampaian visi dan misi oleh para pasangan calon. Masing-masing menyampaikan visi dan misi dengan antusias dan percaya diri. Sebelumnya mereka berkampanye beberapa hari sesuai dengan masa kampanye yang diberikan panitia. Beberapa media bahkan meliput langsung e-pilkesis perdana di Kota Sabang ini.

Saat pemilihan pun tiba. Pemilih diharuskan memilih salah satu pasangan calon yang tersedia dalam komputer client. Caranya, pemilih tinggal mengisi kolom nomor pemilih sesuai dengan kartu pemilih yang dibagikan. Sistem akan memunculkan daftar pasangan calon. Pemilih tinggal memilih pasangan yang ia sukai. Sistem akan merekam pilihan tersebut dan merekapnya dalam menu perolehan hasil. Menu perolehan hasil hanya dapat dilihat oleh admin pada komputer server. Prosesnya sangat cepat dan akurat sehingga kapan pun dapat diperlihatkan perolehan suara sementara setiap pasangan calon. Pemilihan berbasis digital ini dapat menjadi rujukan atau miniatur pemilihan dalam skala lebih luas. Misalnya, pemilihan geuchik bahkan pemilihan umum.

E-pilkesis di SMAN 2 Sabang ini dimenangi oleh pasangan nomor urut 3, yaitu Fairuz Ananda dan Fakhrurrazi yang meraup 44,98% suara. Rival mereka, pasangan nomor urut 1 mendapat 19,62% suara, nomor urut 2 raih 12,92% suara, dan nomor urut 4 memperoleh 22,49% suara.

Pengalaman e-pilkesis di SMAN 2 Sabang ini memberi pelajaran sangat berharga di mana teknologi mampu menggantikan pilkesis berbasis kertas. Pelaksanaannya tidak rumit, hemat kertas dan biaya, sangat efektif. Hal yang tak kalah penting adalah hasil yang diperoleh sangat cepat dan akurat. Sukses e-pilkesis di SMAN 2 Sabang ini diharapkan dapat ditiru oleh sekolah lain di Sabang dan seluruh Aceh untuk menerapkan model yang sama dalam pesta demokrasi pemilihan ketua OSIS. E-pilkesis ini juga memberi sinyal kepada penyelenggara pemilu untuk menerapkan sistem digital pada pemilu selanjutnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved