Aceh Kirim Tim ke Papua, Empat Warga Agara Sudah Berada di Malang

Unjuk rasa yang berakhir rusuh di Kota Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Papua, pada 23 September lalu, ternyata berdampak

Aceh Kirim Tim ke Papua, Empat Warga Agara Sudah Berada di Malang
ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding/wpa/foc.
Warga menunggu pesawat dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (2/10/2019). Masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak mulai mengungsi pascateror penembakan dan pembakaran oleh kelompok sipil bersenjata. 

BANDA ACEH - Unjuk rasa yang berakhir rusuh di Kota Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Papua, pada 23 September lalu, ternyata berdampak juga terhadap sejumlah warga Aceh yang bermukim di sana.

Akibatnya, mereka yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dokter pegawai tidak tetap (PTT) Kemenkes, dan berbagai profesi lainnya, mulai meninggalkan Wamena bersama ribuan warga lainnya yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk membantu pemulangan warga Aceh dari Wamena, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial (Dinsos) Aceh sudah mengirim tim ke Papua. Tim Dinsos ini terdiri atas empat orang yang dipimpin Drs Alhudri MM selaku Kepala Dinsos Aceh.

Menurut Alhudri yang dihubungi Serambi via telepon tadi malam, atas perintah Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, tim Dinsos berangkat Kamis (3/10/2019) sore dari Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, ke Jayapura, Papua, dengan transit tiga jam di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Jumat (4/10/2019) subuh, tim ini diperkirakan tiba di Bandara Jayapura, Papua. Di Jayapura, tim akan bertemu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dengan kepala Dinsos setempat untuk membicarakan langkah berikutnya.

"Jika disarankan kami harus segera ke Wamena, maka kami akan langsung terbang ke sana. Tapi kalau segala sesuatunya bisa dikoordinasikan dari Jayapura, ya tim hanya sebatas Jayapura saja," kata Alhudri yang saat dihubungi Serambi baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari Banda Aceh.

Selama di Jayapura, kata Alhudri, tim Dinsos Aceh akan melakukan pertemuan khusus dengan warga Aceh yang eksodus dari Wamena. "Jika semua sepakat untuk dipulangkan ke Aceh, karena situasi dinilai tak lagi kondusif, ya segera kita fasilitasi pemulangan mereka," kata Alhudri.

Berdasarkan pembicaraan per telepon yang dilakukan Alhudri dari Bandara Soekarno-Hatta tadi malam dengan koordinator warga Aceh di Wamena, ternyata hanya lima orang lagi warga Aceh yang masih bertahan di Wamena. Selebihnya sudah bertolak ke Jayapura dan berkumpul di sana.

Bahkan ada empat warga Aceh Tenggara yang selama ini tinggal di Wamena sudah berhasil meninggalkan Wamena dengan menumpangi pesawat Hercules. Pesawat itu sebenarnya bertujuan menjemput warga Jawa Timur di Wamena. Tapi keempat warga Aceh itu menyusup ke pesawat, sehingga terangkut ke Surabaya. Mereka sudah tiba di Malang dan kini dalam pendampingan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang.

Kalau memang tim Dinsos Aceh jadi bertolak ke Wamena, maka selama di Wamena tim akan memantau langsung kondisi riil akibat konflik dan berupaya untuk bertemu dengan lima lagi warga Aceh yang masih bertahan di sana. "Jika mereka merasa masih cukup  aman untuk tetap tinggal di Wamena, ya kita hargai pilihan mereka. Toh Wamena Indonesia juga. Tapi jika mereka merasa perlu dievakuasi dari Wamena,  ya segera kita jemput mereka. Pemerintah Aceh tentu saja akan melakukan hal yang terbaik bagi warganya. Keselamatan jiwa dan raga itu kita nomor satukan," kata Alhudri.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved