Liputan Eksklusif
Gadis Aceh Dijual di Malaysia
Cerita tentang gadis-gadis Aceh yang dijual di Malaysia ternyata bukan isapan jempol. Beberapa hari lalu, komunitas Aceh di Malaysia
Cerita tentang gadis-gadis Aceh yang dijual di Malaysia ternyata bukan isapan jempol. Beberapa hari lalu, komunitas Aceh di Malaysia dihebohkan dengan kabar seorang gadis asal Lhokseumawe yang menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Si gadis, sebut saja Cinta (20), dijual oleh agen asal Aceh Timur kepada agen di Malaysia. Dia sempat dua minggu dalam penguasaan sang agen. Untungnya, Cinta berhasil diselamatkan sebelum sempat dijual kepada toke lain. Bagaimana kisahnya? Berikut laporan wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, yang melakukan liputan ke Malaysia. Cerita ini dirangkum berdasarkan penuturan beberapa warga Aceh yang terlibat dalam misi penyelamatan Cinta.
Cinta sudah empat tahun tidak berjumpa dengan ibunya. Selama empat tahun itu pula, dia memendam rindu bertemu sang ibu yang kabarnya bekerja di Malaysia. Ia pun meminta izin kepada sang ayah untuk pergi ke Malaysia, bertemu ibu tercinta. Sayangnya, Cinta tak tahu alamat sang bunda. Dia juga tak pernah pergi ke Malaysia. Sehingga Cinta hanya bercerita kepada orang-orang tentang keinginannya untuk menyongsong sang bunda ke negeri jiran tersebut.
Kabar tentang gadis Cinta yang sedang galau ini terdengar oleh seseorang yang biasa memfasilitasi kepergian orang-orang Aceh ke Malaysia. Dia pun datang menawarkan jasa, membawa Cinta ke Malaysia, bekerja sekaligus bertemu sang bunda. Tawaran ini benar-benar menghipnotis Cinta. Apalagi, si pria itu menawarkan jasa tanpa biaya. Dia mengaku akan menanggung semuanya, mulai dari paspor hingga tiket pesawat ke Malaysia. Cinta pun tak perlu risau, karena di Bandara Malaysia, dia dijemput oleh seseorang yang akan membawanya bekerja sekaligus bertemu sang bunda.
Singkat cerita, pada awal September 2019, berangkatlah Cinta ke Malaysia. Dia diantar oleh pria tersebut ke Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, dengan menumpang bus dari Terminal Lhokseumawe. Tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Cinta sudah ditunggu oleh seseorang yang menjemputnya. Dia langsung dibawa ke kawasan Semenyih, Selangor, Malaysia.
Namun, harapan Cinta bertemu sang bunda hanya sia-sia belaka. Sudah dua pekan di Malaysia, dia menghabiskan hari-harinya sebagai pembersih rumah. Berganti-ganti rumah setiap harinya. "Dia tak sadar sudah menjadi korban perdagangan manusia," ungkap Bukhari bin Ibrahim, salah seorang tokoh Aceh yang ditemui Serambi di Kuala Lumpur, Minggu (29/9/2019).
Bukhari adalah salah seorang yang ikut menyelamatkan Cinta dari tangan agen. Pihak lain yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut adalah para aktivis Persatuan Gabungan Usahawan Acheh Malaysia (GUAM), dan tentunya para anggota Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM).
Bukhari bercerita, proses penyelamatan Cinta dari tangan agen berlangsung rumit. Dia bersama beberapa rekannya butuh waktu beberapa hari untuk mengumpulkan informasi akurat terkait keberadaan Cinta. "Ketika saya menerima informasi dari ibunya bahwa anaknya itu disimpan pada suatu tempat oleh agen di Malaysia, maka saya berusaha mencari informasi hingga akhirnya terhubung dan berbicara langsung dengan agen yang membeli anak tersebut," ungkap Bukhari.
Ia bernegosiasi dengan sang agen untuk mengembalikan Cinta kepada ibunya. "Setelah kita cerita panjang lebar dengan agen tersebut, dia langsung mengatakan kepada saya bahwa dia mengambil anak ini dari seorang agen yang ada di Aceh dengan membayar 4.000 Ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 14 juta," ungkap Bukhari.
"Dari pembicaraan itu dapat saya pastikan bahwa anak ini sudah dijual, walaupun si agen ini beralasan bahwa dia berniat menolong Cinta mencari kerja. Apalagi dia bilang, kalau kami mau mengambilnya maka harus membayar ganti rugi seharga RM 5.000, karena dia sudah dua minggu menanggung makan anak tersebut. Padahal, selama dua minggu itu dia disuruh kerja, tanpa gaji," ujarnya. "Agen ini juga sempat mengancam, jika tidak bisa ditebus dengan uang RM 5.000, anak ini akan dijual kepada toke lain seharga RM 8.000 (sekitar Rp 27 juta)," imbuh Bukhari.
Fakta ini sangat menyentak naluri kemanusiaan Bukhari. Pria asal Idi Cut, Aceh Timur, yang selama ini sering membantu Haji Uma dalam kegiatan pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal di Malaysia, mencari cara untuk bisa mengambil kembali Cinta dari tangan agen. Ia bertekad bulat melawan setiap adangan, demi menyelamatkan Cinta dari sindikat perdagangan manusia.
Di pihak lain, para anggota Persatuan Gabungan Usahawan Acheh Malaysia (GUAM) yang dipimpin Presidennya, Harris bin Terry Sarava, juga melakukan upaya serupa. Tujuannya sama yaitu mengambil kembali Cinta dari tangan agen yang menampung tenaga kerja, untuk dikembalikan kepada sang bunda. Mereka pun mulai menyusun strategi, termasuk menghubungi pihak kepolisian dan meminta izin kepada ketua wanita blok rumah susun tempat anak ini diinapkan, di kawasan Semenyih, Selangor, Kuala Lumpur.
Singkat cerita, pada 11 September 2019, setelah melalui proses yang rumit, Bukhari dan para anggota Persatuan GUAM berhasil mengambil Cinta dan mengembalikannya kepada sang bunda. Sayangnya, mereka tak berhasil membawa kasus ini hingga ke pengadilan. "Awalnya kita berencana melaporkan kasus ini kepada kepolisian di Malaysia dan Aceh. Tapi, karena beberapa pertimbangan, termasuk ketakutan ibu dan anak tersebut, akhirnya rencana itu kami batalkan," kata Bukhari.
Bukhari maupun Harris bin Terry Sarava berharap kasus yang menimpa Cinta menjadi pelajaran bagi gadis Aceh yang lain agar tidak sembarangan termakan bujuk rayu untuk bekerja di Malaysia. “Jangan pernah termakan bujuk rayu untuk pergi ke Malaysia dengan jasa agen tidak resmi. Kalau memang ingin bekerja di Malaysia, maka sebaiknya datang secara legal dengan mencari informasi di dinas tenaga kerja atau melalui agen resmi,” kata Harris, pemuda 25 tahun keturunan Aceh Melayu, kepada Serambi di Kantor GUAM, kawasan Kajang Selangor, Malaysia, Minggu (30/9/2019).
Simak video penuturan Bukhari dan anggota GUAM dalam menyelamatkan Cinta dari cengkraman sindikat penjualan manusia, di www.serambitv.com dan www.serambinews.com. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/guam-harris-bin-terry-sarava.jpg)