Berita Banda Aceh

Hampir Tiga Pekan, Tiga Nelayan Gampong Jawa yang Berangkat Melaut Belum Kembali

Hingga hari ini dimana keberadaan ketiga nelayan dan bagaimana nasib mereka belum diketahui pasti

Hampir Tiga Pekan, Tiga Nelayan Gampong Jawa yang Berangkat Melaut Belum Kembali
For Serambinews.com
FOTO ILUSTRASI - Tim gabungan SAR, Airud, Marinir, TAGANA, BPBD dan RAPI, serta nelayan menelusuri Pantai Kuala Raja dan Jangka, untuk mencari Syarifuddin (35), nelayan asal Desa Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Bireuen, yang hilang saat melaut, Sabtu (10/9/2019). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tiga nelayan warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh dilaporkan hampir memasuki tiga pekan atau sekitar 19 hari belum kembali dari melaut sejak berangkat Selasa, 17 September 2019 lalu.

Hingga hari ini dimana keberadaan ketiga nelayan dan bagaimana nasib mereka belum diketahui pasti.

Informasi itu disampaikan oleh Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek kepada Serambinews.com, Sabtu (5/10/2019) malam.

Menurutnya, ketiga nelayan yang dibiasa disapa di kalangan nelayan dengan nama panggilan Man (20), Munazir (33) dan Kaha (33) itu hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Baca: FKM Unmuha Aceh Yudisium 120 Magister dan Sarjana Kesmas, 21 Lulus Cumlaude, Ini Data Diri Mereka

“Saya pertama kali mendapatkan informasi dan laporan itu dari istri dan ibunda Munazir, hari ini Sabtu 5 Oktober 2019.

Menurut keluarga, Munazir bersama dengan Man dan Kaha, anak buah kapalnya (ABK) melaut menggunakan kapal berkapasitas 7 GT KM Athiya 02 yang berangkat dari pelabuhan kecil di Gampong Jawa, pada hari Selasa, 17 September 2019,” kata Miftach.

Masih menurut keterangan keluarga, lanjut Sekretaris Panglima Laot Aceh ini, ketiganya biasa melaut dalam jarak minimal 60 dan paling jauh 100 mil dari Gampong Jawa.

“Sejauh itu biasanya jarak mereka melaut dan jarak itu masih berada di sekitar perairan Aceh Besar, tepatnya sekitar Pulo Aceh dan biasanya tidak pernah lama seperti ini menurut keluarga. Paling lama 13 hari. Tapi, ini sudah 19 hari, hampir tiga minggu,” sebutnya.

Baca: Hasil Liga Inggris - Liverpool Tundukkan Leicester City, Penalti James Milner Jelang Akhir Laga

Ia pun berharap kepada seluruh nelayan yang melewati jarak yang disebutkan itu dapat membantu memantau dan harapannya ketiga nelayan Gampong Jawa tersebut tidak mengalami hal-hal yang tidak diharapkan.

Ia pun mengungkapkan sekitar hari hari berangkat melaut kapal yang dinakhodai Munazir sempat berpapasan dengan kapal pukat langga.

“Dari keterangan yang kami peroleh pada waktu saat bertemu dengan kapal pukat langga tersebut Munazir dan dengan ABK-nya, Man dan Kaha dalam kondisi baik, bahkan menurut penuturan dari awak kapal langga yang sempat bertemu pada saat itu, KM Athiya yang dinakhodai oleh Munazir telah menangkap sejumlah ikan tuna berukuran jumbo,” ungkap Miftach.

Baca: Heboh Tuyul Ambil Duit Warga, Hilang Uang Rp 50-200 Ribu, Pemilik Tuyul Diminta Tak Beroperasi Lagi

Ia pun mengungkapkan hal yang dikhawatirkan menimpa tiga nelayan Gampong Jawa itu, kapal yang mereka naiki tersebut dikhawatirkan habis bahan bakar, sehingga tidak tertutup kemungkinan kapal tersebut terombang-ambing dan terdampar di wilayah luar.

“Kita doakan semoga ketiganya baik-baik saja. Terkait hal ini juga sudah kami laporkan kepada dinas terkait di Pemerintah Aceh,pihak SAR Aceh serta PSDKP untuk membantu lakukan pencarian,” demikian Sekretaris Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved