Salam

Kita Dukung Cara Langsa Berantas Narkoba

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa tampaknya sudah sangat geram terhadap para bandar yang masih mengedarkan narkoba

Kita Dukung Cara Langsa Berantas Narkoba
Dok HUMAS SETDAKO LANGSA
Wakil Wali Kota Langsa bersama Ketua BNNK, Kapolsek Langsa Barat, dan lainnya berpose bersama Pegiat Anti Narkoba di Gampong Sungai Paoh Pusaka, Kamis (3/10). 

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa tampaknya sudah sangat geram terhadap para bandar yang masih mengedarkan narkoba di kota itu. Ulah para bandar narkoba tersebut diklaim telah menyebabkan banyak anak muda Langsa yang rusak dan kehilangan masa depan.

Oleh karenanya, Pemko Langsa mulai melakukan tindakan tegas terhadap para pengedar dan pengguna barang haram tersebut. Caranya adalah dengan meminta perangkat gampong dan masyarakat setempat mengusir dari gampong (desa) setiap pengedar yang masih nekat mengedarkan narkoba di wilayah hukum Kota Langsa.

Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Langsa, Dr Marzuki Hamid MM, saat meluncurkan Program Gampong Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Sungai Pauh Pusaka, Kota Langsa, Kamis (3/10).

Menurut Wakil Wali Kota Langsa, perbuatan bandar atau pengedar narkoba tidak bisa ditoleransi lagi dan harus sama-sama dibasmi dari gampong.

Ia berharap, para pemuda dan pelajar hingga orang dewasa bahkan anak-anak di kampung jangan sampai terjerat oleh pengaruh narkoba yang dapat membahayakan kesehatan juga mengancam masa depan. Untuk itu, masyarakat harus kompak: jika ada bandar narkoba beraksi di gampong maka harus segera diusir.

Nah, sungguh menarik apa yang dinyatakan Wakil Wali Kota Langsa ini. Apa yang dilontarkannya tentunya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah alias Toke Su’um. Sang Wali Kota baru saja tanggal 17 September lalu hadir ke Banda Aceh untuk menghadiri sebuah seminar penting tentang pemberantasan narkoba. Seminar itu digagas oleh Forum Komunikasi Pemerintah Kabupaten dan Kota Se-Aceh (Forum KKA) dengan tema: Aceh Lampu Merah Narkoba.

Pada kesempatan itu Wali Kota Langsa juga menyatakan keseriusannya untuk memerangi narkoba di kotanya, antara lain, dengan cara mengusir dari gampong para bandar dan pengedar narkoba yang masih nekat meracuni warganya dengan barang haram tersebut.

Bisa jadi apa yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa itu bakal memicu pro-kontra. Terutama jika dikaitkan hak asasi manusia (HAM), khususnya hak untuk bebas bertempat tinggal di daerah yang diinginkan oleh seorang warga. Pengusiran juga bakal melanggar hak perdata warga karena dia kehilangan haknya sebagai penduduk di suatu tempat yang ia kehendaki.

Akan tetapi, polemik tentang hak asasi ini bisa disanggah dengan fakta bahwa ulah para bandar narkoba tersebut telah menyebabkan banyak anak muda Langsa yang rusak sel-sel sarafnya, hidupnya jadi tak menentu, dan kehilangan masa depan. Perbuatan para bandar narkoba itu malah lebih kejam dibanding tindakan pengusiran.

Jika mereka tetap berada di sebuah gampong dan leluasan menjalankan bisnis narkoba maka diyakini akan lebih banyak lagi warga setempat yang dirusaknya. Jadi, lebih baik dia tak berada lagi di kampungnya, sehingga tidak menjadi sumber penyakit, bahkan sumber malapetaka bagi warga setempat.

Oleh karenanya, kita dukung sepenuhnya upaya Pemko Langsa memberantas narkoba dengan cara yang khas ini. Juga kita apresiasi langkah Pemko Langsa  menggencarkan gerakan Gampong Bersinar. Semoga langkah berani dan strategis ini diikuti oleh wali kota dan bupati lain se-Aceh sehingga tidak ada tempat sejengkal pun lagi bagi bandar dan pengedar narkoba untuk melancarkan aksinya.

Kita patut prihatin, sudah empat tahun lalu Aceh dinyatakan Darurat Narkoba oleh Wakil Gubernur Muzakir Manaf. Tapi selama itu pula tak terlihat upaya konkret dan sungguh-sungguh dari Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota dalam pemberantasan narkoba. Semua diserahkan kepada BNNP atau polisi. Padahal, aparat di kedua lembaga ini pun ada yang terlibat menjadi pemakai, bahkan pengedar narkoba. Sudah saatnya memang dilakukan tindakan yang ekstrem, misalnya dengan menembak bandar narkoba jika ia melawan petugas atau lari saat disergap, dan cara lainnya adalah dengan mengusir mereka dari gampong-gampong di Aceh. Sekali lagi, kita dukung langkah berani ini!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved