Berita Abdya

Petani Abdya Kewalahan Hadapi Hama Tikus dan Burung Pipit

Petani di Abdya semakin kewalahan menghadapi hama tikus dan burung pipit yang menyerang tanaman padi milik mereka.

Petani Abdya Kewalahan Hadapi Hama Tikus dan Burung Pipit
Serambinews.com
Petani sedang menghalau burung pipit yang menyerang tanaman padi sedang keluar malai di areal sawah Desa Blang Dalam, Susoh, Abdya, Sabtu (5/10/2019). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Petani anggota empat kelompok Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), semakin kewalahan menghadapi hama tikus dan burung pipit yang menyerang tanaman padi milik mereka.

Tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2019 seluas 100 hektare (ha) tersebut menjadi sasaran serangan hama diduga karena ditanam lebih cepat dibanding areal lainnya, baik di Kecamatan Susoh maupun di Kecamatan Blangpidie.

Areal tanaman padi yang menjadi sasaran serangan hama tersebut milik ratusan anggota Kelompok Tani (KT) Sabee Pakat, Suka Maju, Sehati dan Tani Makmur, menjadi lokasi tanam perdana MT Gadu 2019 tingkat Kabupaten Abdya.

Tanam perdana yang dipusatkan di Desa Blang Dalam, Susoh, dilaksanakan tanggal 14 Juli 2019 lalu, dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati, Muslizar MT, Kadis Pertanian dan Perkebunan, A Hanan Manan dan sejumlah pejabat lainnya.

Saat ini, tanaman padi hasil tanam perdana tersebut sudah berumur hampir 3 bulan.

Keterangan diperoleh Serambinews.com dari petani setempat, Sabtu (5/10/2019) dari 100 ha areal tanaman padi, sekitar 50 persen sudah keluar malai, sebagian lainnya dalam kondisi bunting.   

Seperti diketahui bahwa malai padi sangat disukai burung pipit untuk menghisap susu gabah.

“Saat tanam perdana, pertengahan Juli lalu, areal sawah lain sekitar ini belum selesai olah tanah. Saat ini, padi sudah bunting dan keluar malai, sementara tanaman padi lain baru berumur antara 20 sampai 25 hari,” kata Ketua Kelompok Tani Sehati, Mukhsin kepada Serambinews, Sabtu (5/10/2019).

Tanaman padi menjadi sasaran serangan hama tikus dan burung pipit karena tanam perdana dilakukan lebih cepat atau tidak serentak. Petani pun harus kerja keras dari pagi sampai sore menghalau burung pipit dalam jumlah besar. Mukhsin mengaku dua petak sawah miliknya yang keluar malai sudah tinggal ranting setelah digasak burung pipit. 

Halaman
123
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved