Hendra Budian: Bicara Aceh Tidak Hanya Bendera dan Lambang
Dibutuhkannya pemikiran yang solutif dari Pemerintah Aceh untuk mengatasi persoalan itu, terutama saat Aceh tak ada lagi dana otsus
BANDA ACEH - Persoalan kemiskinan masih menjadi masalah serius di Aceh. Dibutuhkannya pemikiran yang solutif dari Pemerintah Aceh untuk mengatasi persoalan itu, terutama saat Aceh tak ada lagi dana otsus.
Karena itu, Anggota DPRA, Hendra Budian mengajak semua anggota DPRA periode 2019-2024 dan Pemerintah Aceh untuk menyusun agenda-agenda penting dan krusial bagi Aceh untuk tahun-tahun mendatang.
"Bicara kewenangan dan kekhususan, Aceh tidak hanya soal bendera dan lambang, tapi banyak kewenangan lain yang bisa mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan rakyat," kata Hendra kepada Serambi, Sabtu (5/10).
Menurut Hendra, Aceh mulai saat ini harus sudah punya konsep yang jelas dan terukur terhadap potensi ekonomi sebagai solusi alternatif pascadana otsus berakhir pada 2027.
Karena bagi dirinya tidak cukup alasan jika setelah berakhirnya dana otsus Aceh akan mengalami persoalan ekonomi yang serius. Sebab, sejak 2008-2018 Pemerintah Aceh sudah menerima dana otsus dari pemerintah pusat mencapai Rp 64,899 triliun.
"Karena kita telah mendapatkan kewenangan besar di sektor energi baik energi migas (unrenewable) maupun energi baru terbarukan, hidro power, solar, geothermal, perikanan, dan lain-lain, merupakan jawaban yang amat tepat untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Aceh," ungkap dia.
Oleh sebab itu, mantan aktivis ini berharap dukungan masyarakat untuk mendorong agar Pemerintah Aceh bisa fokus pada agenda-agenda pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. "Mari kita rawat perdamaian ini dengan mengawal proses pembangunan ke arah yang lebih baik," demikian Hendra Budian yang merupakan politisi muda Partai Golkar ini.
Anggota DPRA lainnya, Hendri Yono sepakat dengan Hendra. Menurutnya, pemerintah Aceh memang perlu menyusun langkah-langkah stretegis dalam mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat. "Kita berharap pemerintah fokus saja memikirkan bagaimana mengembangkan usaha kecil menengah agar bisa berkembang. Selama ini, banyak usaha warga terkendala pada market (pasar)," ungkap Hendri.(mas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dpra-hendra-budian.jpg)