Pemerintah Aceh Bantu Warga Miskin Pemasangan Listrik Gratis  

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Aceh, Mahdi Nur menjelaskan, banyak yang sudah dilakukan pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Bantu Warga Miskin Pemasangan Listrik Gratis   
IST
Mahdi Nur

BANDA ACEH - Kepala Dinas  Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Aceh, Mahdi Nur menjelaskan, banyak yang sudah dilakukan pemerintah Aceh untuk menyejahterakan rakyat, terutama yang masih tergolong miskin. Ada 15 program Aceh hebat untuk menyejahterakan rakyat, termasuk di bidang energi.

Untuk tahun 2019 ini, sebut Mahdi Nur, rakyat miskin di Aceh mendapatkan bantuan pemasangan listrik gratis. Selain itu, warga miski juga mendapatkan air bersih yang layak dan pengoboran sumur serta pemasangan pipa gas sambungan rumah.

Untuk listrik, katanya, Aceh memiliki target 23.380 unit  rumah masyarakat yang belum mendapatkan penerangan listrik, sampai tahun 2022 semuanya harus sudah diterangi listik. Untuk mengcapai program ‘Aceh Hebat’ itu, pada tahun ini pemerintah Aceh kembali akan mengaliri listrik untuk 5.623 unit rumah.  Pada tahun 2020 akan dilanjutkan kembali sebanyak 6.500 unit rumah.

Begitu juga di tahun 2021 juga akan dilakukan pemasangan listrik kepada 6.500 unit rumah dan pada tahun 2022 jumlah yang tersisa dari 23.380 unit hanya 4.757, itu yang akan diselesaikan pada tahun 2022. Sehingga total keseluruhan mencapai 23.380 unit rumah sudah dialiri listrik.

Untuk persoalan air bersih, tahun 2019 ini ada pengeboran 143 titik sumur  yang tersebar di seluruh Aceh. Sumur bor ini untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan air bersih. Demikian dengan pemasangan pipa gas sambungan rumah yang berada di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara dan Lhokseumawe.  Ada 22.000 SR (sambungan rumah) yang akan dilakukan Kementerian SDM, dimana uangnya bersumber dari APBN nilainya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

Kadis ESDM Aceh itu juga juga menjelaskan, persoalan mineral dan batubara di Aceh, khususnya galian C. Pelaku tambang galian C yang sudah memiliki ijin, harus melunasi kewajibanya, berupa retribusi atas usaha mereka. “Masih ada pelaku usaha galian C yang belum melunasi kewajibanya. Ini memang tanggungjawab kabupaten kota untuk menagihnya. Kita melakukan pembinaan agar retribusi galian C bagi yang menunggak, agar dapat melunasinya,” sebut Mahdi Nur.

Untuk patokan harga galian C, sebutnya, akan dikeluarkan peraturan gubernur yang mengatur harga galian C. semuanya itu dilakukan bukan hanya untuk menertibkan galian liar, namun untuk membantu masyarakat demi terpenuhi matrial bangunan dan adanya keseragaman harga.

Demikian dengan persoalan izin, jelas Mahdi. Pihaknya sudah melakukan pemangkasan birokrasi demi memudahkan pengusaha galian C mendapatkan ijin. Bila ada pihak yang ingin mengurus izin, mendapatkan rekomendasi, pihak ESDM Aceh sudah memberikan wewenang kepada kasi untuk mengurusnya.

“Tidak harus suratnya masuk ke kepala dinas dulu, kemudian baru diteliti staf. Sekarang kita pangkas, langsung kasi yang menanganinya. Kemudian kasi melakukan telahaan staf. Bila semuanya sudah clear, kadis akan tanda tangan. Kita permudah semuanya,” pungkas Mahdi Nur.(infokominsa/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved