Breaking News:

Pemkab Pidie Jaya Cari Investor Garam

Pemkab Pidie Jaya (Pijay) sedang mencari investor yang mampu menampung seluruh hasil produksi petani lokal

SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Seorang petani garam memperhatikan proyek garam sistem geomembran 

MEUREUDU - Pemkab Pidie Jaya (Pijay) sedang mencari investor yang mampu menampung seluruh hasil produksi petani lokal. Apalagi, melalui APBN 2018 lalu, telah dibangun gudang penyimpanan garam berkapasitas 2.000 ton di  pusat pengembangan usaha garam Geo Membran Gampong Lancang Paru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pijay,  Ir H Kamaluddin, Sabtu (5/10) mengatakan sedang mencari investor yang mampu membeli seluruh hasil produksi garam yang dikembangkan pada areal 150 hektare untuk dipasok keluar daerah, baik Aceh maupun luar provinsi.

Dia berharap  dengan hadirnya investor, maka seluruh hasil panen garam para petani lokal serta dari upaya pengembangan pemerintah, maka dapat tersahuti secara keseluruhan dengan harga tampung sesuai pasaran. "Saya berharap masyarakat bersabar untuk mencari investor, agar seluruh hasil garam dapat ditampung seluruhnya," katanya.

Sebelumnya, ratusan  petani garam di Kecamatan Bandar Baru,  Pidie Jaya (Pijay)  membutuhkan fasilitas  gudang penyimpanan. Hal itu seiring makin melimpahnya hasil produksi garam dalam empat bulan terakhir ini, tetapi tidak didukung dengan harga yang stabil, tetapi terus berfluktuatif.

Usman (45), seorang petani garam di Gampong Lancang Paru,  Kecamatan Bandar Baru, Pijay kepada Serambi, Sabtu (5/10) mengatakan hasil produksi garam para petani lokal di pesisir, khususnya di Gampong Lancang Paru mulai melimpah.

"Kami mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk dapat membangun gudang penyimpanan yang dikelola oleh Badan Usaha Mulik Desa (Bumdes),"sebutnya.  Dikatakan, dengan adanya gudang tersebut, maka harga beli garam dari produksi petani dapat lebih stabil. 

Dia menyatakan nantinya harga garam dari para petani lokal ini tidak dipermainkan lagi para agen penampung dari luar daerah, apalagi saat ini produksi rata-rata 10 sampai 20 ton per hari.  Usman mengungkapkan harga tingkat agen penampung antara Rp 2.500 hingga Rp 3.500/kg atau turun dibandingkan dua pekan lalu, antara Rp 4.000 sampai Rp 4.500/kg.

Dia berharap dengan adanya gudang penampungan yang dibangun dan dikelola oleh BUMDES, maka tidak tertutup kemungkinan harga tampung garam bisa normal.  "Upaya ini tentunya dapat memberi keuntungan bagi masyarakat pesisir yang terus  bergeliat lewat hasil produksi garam ala Geo Membran,"ujarnya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved