Amirulhaq dan Laili Khafifah

Curi Perhatian di Car Free Day

ADA nuansa berbeda pada Car Free Day (CFD) di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh, Minggu (6/10/2019), yaitu hadirnya Bujang dan Beru Gayo

SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Bujang Gayo Bener Meriah, M Amirulhaq dan Beru Gayo Bener Meriah, Laili Khafifah tampil pada acara Car Free Day Banda Aceh, Minggu (6/10/2019). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

ADA nuansa berbeda pada Car Free Day (CFD) di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh, Minggu (6/10/2019), yaitu hadirnya Bujang dan Beru Gayo. Kehadiran M Amirulhaq (20) dan Laili Khafifah (19), yang merupakan Putra dan Putri Pariwisata Bener Meriah 2019 yang menggunakan pakaian adat karawang Gayo mampu mencuri perhatian pengunjung pada acara tersebut.

Buktinya, tak sedikit warga meminta foto bersama Bujang dan Beru Gayo tersebut. Permintaan itu dipenuhi keduanya dengan ramah, di sela-sela menyuguhkan minuman kopi gayo kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang juga hadir di lokasi Car Free Day tersebut.

M Amirulhaq saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh. Sementara Laili Khafifah merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Sejak terpilih sebnagai Putra Putri Pariwisata Bener Meriah 2019 beberapa waktu lalu, sudah menjadi salah satu tanggung jawab mereka untuk terus mempromosikan budaya dan wisata dari kabupaten penghasil kopi itu.

Salah satu kegiatan yang mereka lakukan bersama anggota Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bener Meriah adalah menyediakan 300 cup kopi gayo gratis di arena Car Free Day. Tema yang diangkat pada kegiatan itu adalah "A Cup of Coffee from Bener Meriah for The World (Secangkir Kopi dari Bener Meriah untuk Dunia)". Sejumlah warga pun tampak antre pada stan Bener Meriah untuk menikmati kopi Gayo yang juga banyak diekspor ke Amerika Serikat tersebut.

Ditemui Serambi di sela-sela kegiatan itu, Amirulhaq dan Laili menyampaikan mereka ikut dalam acara Car Free Day kali ini sebagai bagian dari upaya mempromosikan kopi Gayo ke masyarakat. “Setelah mencicipi kopi Gayo yang kita sajikan, kami berharap warga akan tertarik untuk berkunjung ke Bener Meriah guna menikmati  kopi langsung di kebunnya,” ungkap Amirulhaq.

Menurutnya, kopi Gayo adalah kopi organik. Dikatakan, hampir 99 persen petani menggunakan pupuk alami, setelah kopi digiling, sampahnya tersebut dijadikan pupuk organik. "Adapun keunggulan kopi Gayo adalah saat menanamnya bisa diselingi dengan menanam buah-buahan seperti jeruk dan alpokat. Sehingga, selain aroma kopi itu sendiri, juga ada aroma buah-buahan," terangnya.

Laili Khafifah menambahkan, perbedaan kopi Gayo dengan kopi lain yaitu kopi Gayo memiliki aroma yang lebih khas. "Jadi, di sini kami mempromosikan bagaimana kopi Gayo tersebut," ujarnya. Ide awal untuk memperkenalkan kopi gayo pada Car Free Day, kata Laili, saat beberapa hari lalu Bupati Bener Meriah datang ke Banda Aceh sekaligus menjenguk mahasiswa asal kabupaten itu yang sedang melanjutkan pendidikan di ibu kota Provinsi Aceh ini.

"Dari situ timbul ide mengapa kita tidak bagi-bagi kopi gratis sekaligus memperkenalkan budaya dari Bener Meriah," kata Laili. Bujang dan Beru Gayo ini berharap kopi Gayo dapat lebih dikenal lagi oleh masyarakat, dan orang-orang yang sudah menikmati kopi Gayo mau datang ke Bener Meriah untuk menikmati kopi langsung dari kebunnya. (mawaddatul husna)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved