Breaking News:

Distan Pijay Rutin Safari ke Persawahan  

Setiap Jumat sejak sebulan terakhir, Kepala Dinas Pertanian Pangan Pidie Jaya (Pijay) bersama stafnya rutin bersafari ke sawah

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Kabid Produksi Distanbun Aceh, Safrizal (tengah) menyebutkan Aceh Tamiang mendapat alokasi 1.000 hektare untuk pengembangan padi yang bersumber dari APBN 2019. 

MEUREUDU - Setiap Jumat sejak sebulan terakhir, Kepala Dinas Pertanian Pangan Pidie Jaya (Pijay) bersama stafnya rutin bersafari ke sawah untuk memantau langsung kondisi pertanian daerah tersebut. Hingga kini sudah empat kemukiman yang didatangi tim Distan dan akan berlanjut ke sejumlah kemukiman lainnya. 

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pijay, drh Muzakkir Muhammad MP kepada Serambi, Sabtu (5/10).  Program bernama 'Safari Jumat' itu bertujuan untuk memantau kondisi persawahan sekaligus bertemu tokoh tani, keuchik, serta kejruen blang setempat.

Strategi yang ditempuh, lanjut Muzakkir, yaitu dengan mengumpulkan semua pihak terkait guna membahas kegiatan bertani yang didasari hasil musyawarah tingkat kecamatan menyangkut jadwal turun ke sawah musim tanam rendengan (MTR) 2019/2020. Hal itu dimaksdudkan supaya tahapan kegiatan atau jadwal  bertani yang sudah diatur hendaknya tidak molor.

Apabila kondisi lapangan belum sesuai dengan tahapan kegiatan, maka Distan ingin mengetahui kendala yang dihadapi.  Silaturrahmi seperti itu, dinilai jauh lebih baik dan efektif karena saling berbagi informasi. "Kalau lahan itu belum digarap, apa penyebabnya, ketiadaan traktor atau ada penyebab lainnya," jelasnya. Pihaknya menyepakati bahwa olah tanah dimulai awal Oktober 2019 dan selesai tanam pada akhir Desember 2019.

Selain itu, khusus Kemukiman Beuracan yang bertetangga dengan Kemukiman Beuriweuh, lanjut Kadistan, hingga sejauh ini belum ada persoalan yang mengganjal. "Traktor, benih, dan air tersedia cukup. Kendati air disuplai dari bendungan irigasi setempat, tapi kadangkala jadwalnya molor," papar Muzakkir.

Kawasan lainnya di Meureudu juga akan dikunjungi Jumat pekan depan. Kemukiman Manyang sering terlambat dalam bertani. Padahal, airnya tersedia cukup, begitu pula alat pengolahan tanah. (ag) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved