Lima Keuchik akan Bangun Jalan di Tengah Sawah
Untuk memudahkan pengangkutan hasil panen khususnya gabah, keuchik di lima gampong di Kecamatan Ulim
MEUREUDU - Untuk memudahkan pengangkutan hasil panen khususnya gabah, keuchik di lima gampong di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, sepakat membangun jalan di tengah hamparan sawah di wilayahnya. Jalan tersebut juga bermanfaat jika sewaktu-waktu terjadi musibah gempa disusul tsunami atau banjir, mereka yang mendiami wilayah pesisir pantai bisa dengan cepat evakuasi.
Kelima gampong dimaksud adalah Pulo Lhok, Geulanggang, Masjid Ulim Baroh, Meunasa Bueng, dan Gampong Dayah Leubue. Keuchik Geulanggang, Yusri, kepada Serambi, Minggu (6/10) kemarin menyebutkan, mereka berlima sudah sepakat untuk membangun jalan pada tahun 2020 mendatang. Pihaknya akan bermusyawarah terkait ganti rugi lahan.
"Keuchik dan kejruen blang gampong sudah sepakat secepat mungkin menggelar musyawarah dengan pemilik lahan sepanjang jalur yang dilalui," sebut Keuchik Yusri.
Hal senada juga dikatakan Rusli Puteh, Keuchik Meunasah Bueng. Jika pemilik meminta ganti rugi, sambungnya, maka hal itu akan dipelajari terlebih dahulu. "Apa memang dari segi penyediaan anggaran cukup atau tidak. Yang jelas kehadiran jalan di tengah sawah itu penting, termasuk sebagai jalur evakuasi warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana," papar Rusli.
Ditambahkan, sejak dulu petani hanya mengandalkan tenaga atau menggotong gabah hingga ke rumah atau kios pengecer. Rute yang ditempuh pun lumayan jauh, rata-rata satu kilometer dari sawah. Bahkan ada pula yang mengangkut dengan kepala hingga setengah perjalanan.
Belakangan, muncul ide untuk membangun jalan di tengah sawah. "Benar, kami sangat butuh jalan di tengah sawah," kata Drs Khalidin, Kejrueng Blang Geulanggang. Menurut Khalidin, pembangunan fasilitas tersebut sangat tepat mumpung ada uang desa. (ag)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/merajut-damai-di-lahan-serai.jpg)