Pasar Sangkalan Jadi ‘Rumah Singgah’ Kambing
Pasar Sangkalan yang berada di perbatasan Desa Padang Panjang dengan Desa Lampoh Drien, Kecamatan Susoh
BLANGPIDIE - Pasar Sangkalan yang berada di perbatasan Desa Padang Panjang dengan Desa Lampoh Drien, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mengalami kerusakan di beberapa bagian. Pasar yang dibangun pada tahun 2016 dengan menyerap anggaran dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 2,8 miliar itu, hingga saat ini dibiarkan telantar tanpa difungsikan.
Tak heran, pasar itu pun menjelma menjadi ‘rumah singgah’ kambing karena hampir setiap hari menjadi tempat persinggahan hewan ternak tersebut. Bahkan, dampak tak dipergunakan dan dirawat selama tiga tahun, mengakibatkan fisik bangunan mulai rusak di sana-sini.
Pantauan Serambi, Kamis (3/10), meja atau bangku pasar ikan dan sayur dari bahan keramik sudah pecah dan copot pada sejumlah bangian. Plafon juga tampak bolong dan copor di beberapa titik. Malah, dari sembilan pintu kios, 2 di antaranya dalam kondisi terbuka. Belum lagi tumpukan papan yang berada di atas bangku pasar dan area perkarangan sehingga membuat Pasar Sangkalan semakin kumuh dan kotor.
Pasar Sangkalan dibangun di atas lahan berukuran 80x90 meter, terdiri atas bangunan pasar ikan, bangunan pasar sayur dan kios, sebanyak delapan pintu, plus kantor pengelola pasar. Karena tidak difungsikan setelah selesai dibangun, pasar rakyat tersebut sering menjadi lokasi singgahan ternak kambing. Sedangkan ketika memasuki musim panen, maka area perkarangan pasar berubah menjadi tempat menjemur gabah warga setempat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Abdya, Azhar Anis ST yang dihubungi Serambi, Kamis (3/10), mengaku, pihaknya sedang mencari penyebab mengapa Pasar Sangkalan belum berfungsi hingga sekarang. Ia merencanakan, pengelolaan pasar tersebut akan segera diserahkan kepada Camat Susoh dengan membentuk tim atau badan pengelola pasar. “Kami segera menggelar rapat dengan Camat Susoh dan pihak terkait lainnya dalam upaya memfungsionalkan Pasar Sangkalan,” kata Azhar Anis.
Bukan saja Pasar Sangkalan, menurut Azhar, ada beberapa pasar lain yang juga belum fungsional dan segera dicari solusi sehingga bisa bermanfaat. “Sebut saja pasar di Desa Ladang dan Padang Panjang juga di Kecamatan Susoh. Juga pasar di Kecamaran Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil. Semua pasar itu akan kita upayakan bisa berfungsi sebagaimana mestinya sebagai sebuah pasar,” tukasnya.
Sementara itu, keterangan yang diperoleh Serambi mengungkapkan, bahwa sebenarnya pengelola Pasar Sangkalan sudah dibentuk, namun sepertinya mereka tidak mampu menghidupkan pasar tersebut. Bahkan, pihak pengelola dilaporkan juga sudah membagikan delapan pintu kios kepada enam desa dalam Kemukiman Sangkalan. Masing-masing kepada Desa Padang Panjang, Lampoh Drien, Rubek Meupayong, Blang Dalam, Cot Mancang, dan Meunasah. Sedangan dua pintu kios lainnya diserahkan kepada pengelola pasar dan sebagai kantor pengelola.(nun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasar-abdya-terbengkalai.jpg)