Breaking News:

Salam

Sikap Tegas Pangdam Sangat Kita Dukung

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewartakan di halaman depan sikap tegas Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM)

For Serambinews.com
Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko 

Sungguh sangat bahaya jika aparat keamanan yang seharusnya menin­dak para pelaku narkoba tapi malah terjerat narkoba. Pemberantasan nar­koba di Aceh tidak akan berjalan efektif apabila aparat TNI sendiri terlibat di bisnis haram ini, apakah sebagai pemakai maupun pengedar. Jadi, lang­kah tegas dari Pangdam Teguh Arief ini kita harapkan menjadi terapi kejut (shock theraphy) bagi oknum-oknum TNI lainnya yang bermuka dua; seolah antinarkoba, tapi di belakang layar justru menjadi konsumen fanatik.

Langkah tegas Pangdam ini hendaknya diikuti juga oleh instansi pe­negak hukum lainnya, misalnya Polda Aceh untuk menindak tegas seti­ap personel kepolisian yang nekat berbinsis atau mengonsumsi narko­ba. Mereka yang mendeking bisnis haram ini pun harus ditindak tegas dan diumumkan ke publik, seperti dulu pernah dilakukan Irjen Pol Iskan­dar Hasan saat memimpin Polda Aceh.

Kita masih ingat, saat itu 833 polisi dengan pangkat bervariasi, setelah menjalani tes urine, ternyata positif narkoba. Para pengedar langsung ditin­dak secara hukum, sedangkan polisi yang hanya mengonsumsi narkoba di­bina berbulan-bulan agar tak lagi memakai barang haram tersebut.

Ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari tindakan tegas Irjen Is­kandarHasan kala itu, yakni pemberantasan narkoba di suatu daerah, termasuk Aceh, tidak akan berhasil efektif jika aparat keamanannya ter­libat berbisnis atau menggunakan narkoba. Jadi, sikap tegas atasan un­tuk membersihkan jajarannya dari pengaruh narkoba memang sangat di­perlukan dan harus dilakukan secara kontinyu oleh Kapolda berikutnya.

Di jajaran birokrasi pun langkah serupa harus dilakukan. Itu sebab kita sangat mendukung pernyataan

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT medio September lalu yang menyatakan akan memecat aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat narkoba, baik pengedar maupun pemakai.

Wali Kota Langsa pun telah pula menyerukan agar perangkat dan masyarakat gampong kompak untuk mengusir pengedar narkoba dari desa-desa di Kota Langsa.

BNNP Aceh pun sudah menyatakan akan melakukan tembak di tempat bandar narkoba yang melawan atau lari saat diser­gap. Semoga langkah tegas berbagai instansi ini menjadi lang­kah efektif untuk mengeliminasi pengaruh narkoba di Aceh. Ka­lau semua kita kompak memerangi narkoba, tak akan tersedia lagi ruang gerak bagi bandar atau pengedar narkoba di Aceh. De­ngan cara itu pula kita baru bisa berharap Aceh akan bebas nar­koba secepatnya. Aceh harus menjadi Nanggroe Bersinar, Ber­sih dari Narkoba. Semoga.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved