Jumat, 10 April 2026

Enam Lagi Warga Aceh Tinggalkan Jayapura  

ingin bertemu dan bersatu dengan keluarga, enam warga Aceh yang sudah meninggalkan Kota Wamena dan mengungsi ke Jayapura

Editor: bakri
For Serambinews.com/Yayan Dinsos Aceh
Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM (tengah) bersama anggota tim utusan Pemerintah Aceh ke Wamena, berpose di posko pengungsian warga asal Aceh di Jayapura, Minggu (6/10/2019). 

BANDA ACEH - Kondisi keamanan di Wamena maupun di Jayapura, Provinsi Papua, berangsur-angsur membaik. Namun, karena alasan ingin bertemu dan bersatu dengan keluarga, enam warga Aceh yang sudah meninggalkan Kota Wamena dan mengungsi ke Jayapura, meninggalkan ibu kota Papua itu pada Senin (7/10/2019).

Informasi tersebut diperoleh  Serambi di Banda Aceh dari Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM yang baru pulang dari Papua, Senin petang. Menurut Alhudri, ada enam orang yang terdiri atas dua keluarga asal Aceh yang meminta dipulangkan dari Jayapura.

Mereka adalah istri dan dua anak dari Rudi Sunardi (29), pria asal Aceh Utara yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum di Wamena. Istri Rudi bernama Nuryanti dan dua anak mereka bernama Fadlan Ramadhan dan Aisyah Aila Varisyah.

Rudi minta difasilitasi oleh Tim Pemerintah Aceh untuk memulangkan istri dan dua anaknya ke Makassar, karena istrinya orang Makassar, Sulawesi Selatan. "Hanya istri dan anak-anaknya yang kita terbangkan dari Jayapura ke Makassar, sedangkan Rudi kembali ke Wamena, lanjut bekerja," kata Alhudri.

Keluarga lainnya asal Aceh yang minta ke luar dari Jayapura adalah Jecky A alias Jack (42), asal Kota Langsa yang berjualan baju di Wamena. Jecky kembali ke Aceh bersama istri (Rosnawati, 42 tahun) dan anak gadisnya, Cut Wahyuni Aceh Putri (16) yang kini duduk di kelas II SMAN 1 Wamena.

"Mereka memilih akan menetap di kampung halamannya, Kota Langsa, dan anaknya akan pindah sekolah ke sana. Surat pindahnya pun sudah diurus," kata Alhudri.

Jecky sekeluarga, kata Alhudri, meninggalkan Jayapura pada hari Senin, 7 Oktober 2019  dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta. Pada hari yang sama mereka melanjutkan penerbangan ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. "Dari Kualanamu, Jecky sekeluarga akan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke Langsa," kata Alhudri.

Dengan pulangnya istri dan dua anak Rudi Sunardi ke Makassar serta kembalinya Jecky plus istri dan anaknya ke Aceh, maka tak ada lagi warga Aceh penduduk Wamena yang mengungsi di Jayapura. Awalnya, ada 24 warga Aceh yang bermukim di Wamena. Sebagian besar sudah meninggalkan Wamena. Ada yang mengungsi ke Jayapura, Malang, Jawa Timur, ke Makassar, dan ada juga yang sudah kembali ke Aceh.

Hingga Senin (7/10/2019) malam tercatat enam lagi warga Aceh yang masih bertahan di Wamena karena mereka merasa masih aman dan nyaman untuk bermukim dan mencari nafkah di kota itu. Mereka adalah Abdul Muthalib (28), asal Peureulak, Aceh Timur; Rudi Sunardi (29), asal Aceh Utara; Tgk Abdul Rahmatdin (41), asal Kluet Tengah, Aceh Selatan; Aiyub (42), asal Geurugok, Bireuen;  Faisal (26), asal Kluet Tengah, Aceh Selatan; dan Hasan Basri (53), asal Paya Peunaga, Meureubo, Aceh Barat.

Sebelumnya, Dewi, warga asal Aceh lainnya yang selama ini bermukim di Wamena sudah duluan ikut suaminya pulang ke Malang, Jawa Timur, karena rumah kos mereka di Wamena dibakar massa dan isinya habis semua.

Menurut Alhudri, lebih dari 20 lagi warga Aceh di seluruh Papua, umumnya aparatur sipil negara (ASN) dan dokter pegawai tidak tetap (PTT) Kemenkes RI. Tapi mereka aman karena berada di luar Wamena. "Beberapa dokter yang kami telepon menyatakan mereka aman dan tetap menjalankan tugas kemanusiaan seperti biasanya," demikian Alhudri yang diutus Plt Gubernur Aceh ke Papua sejak 3 Oktober lalu bersama Sya'baniar SE (Kabid Linjamsos), Yanyan Rahmat MSi (Kasi PSKBA), dan Zulkarnaini (Staf Humas) Dinsos Aceh, serta Fauzan Azima selaku Penasihat Khusus (Pensus) Pemerintah Aceh.(dik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved