Gajah Rusak Kebun Jagung, Perbukitan Reudeup Melayu Jadi Sasaran

Kawanan gajah berjumlah sekitar 20 ekor merusak perkebunan jagung para petani Kecamatan Glumpang Tiga

Gajah Rusak Kebun Jagung, Perbukitan Reudeup Melayu Jadi Sasaran
Media Sosial
Tiga gajah liar mengamuk dan mengejar warga Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Pidie. 

MEUREUDU - Kawanan gajah berjumlah sekitar 20 ekor merusak perkebunan jagung para petani Kecamatan Glumpang Tiga,  Pidie dalam satu pekan terakhir ini. Tidak tanggung-tanggung, area jagung seluas 80 hektare atau 800.000 meter persegi di perbukitan Gampong Reudeup Melayu menjadi sasaran amukan gajah.

Lokasi perkebunan berada di kawasan pedalaman perbatasan Pidie dan Pidie Jaya (Pijay) dan gajah telah masuk ke area tersebut untuk mencari makanan, diduga akibat sebagian kawasan hutan telah gundul oleh pelaku ilegal logging atau pembalakan liar.

Muhammad Adam, seorang warga Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie kepada Serambi, Senin (7/10) mengatakan sudah satu pekan lebih area kebun produktif milik masyarakat menjadi sasaran binatang berjuluk ‘Poe Meurah’ itu. Dia mengungkapkan kawanan gajah yang berkelompok telah disatukan dan dihalau dengan dukungan pihak Badan Konservasi Sumber Daya (BKSDA)  Aceh sejak Kamis (3/10) lalu.

Dia menyatakan para kelompok tani yang mengelola lahan perkebunan di perbukitan Gampong Reudep Melayu telah tiga tahun menanam jagung. Ditambahkan, para petani juga menanam tanaman lain seperti pinang, coklat (kakao) dan juga cabai merah.

Dikatakan, peta petani bersama BKSDA Aceh serta Muspika Glumpang Tiga secara bersama-sama beurpaya menghalau kawanan gajah ke perbukitan  Glee Rimba. M Adam menjelaskan upaya menghalau kawanan gajah dengan menggunakan mercon ukuran besar, sehingga dapat memberi dampak terhadap gajah, terus menjauh dari perkebunan warga.

"Dalam dua hari terakhir ini, kawanan gajah telah pindah ke lokasi lain, tetapi kami tetap berharap agar pemerintah peduli terhadap nasib para petani yang berada di pedalaman ini,” harapnya.

Dia mengatakan warga akan terus berupaya membangun perekonomian keluarganya melalui sektor pertanian dan perkebunan. Ditambahkan, warga telah merencanakan lokasi di bawah pinggiran Blang Jreu sebagai area cetak sawah baru untuk pengembangan sumber ekonomi masyarakat lewat ketahanan pangan.

Sementara itu, Camat Glumpang Tiga,  Pidie,  Drs Ishaq Ibrahim, Senin (7/10) mengatakan,  upaya penghalauan gajah dilakukan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari Polsek,  Koramil,  Camat s,mpai masyarakat, terutama dari kalangan petani kebun. Disebutkan, dana pengusiran gajah melalui swadaya masyarakat.

“Dana dikumpulkan secara patungan untuk menghalau kawanan gajah demi menyelamatkan perkebunan masyarakat," jelasnya. Dia menyatakan semyua upaya tersebut dilakukan sejak beberapa hari lalu, yakni mulai Kamis (3/10) hingga Sabtu (5/10) dan kini kawanan gajah liar itu telah berpindah ke lokasi lain dan berharap tidak kembali lagi ke kebun warga.(c43)

Dilansir sebelunya, kawanan gajah yang berjumlah sekitar 20 ekor merusak tanaman warga Blang Sikunyet Lhok Gajah, Gampong Amud Masjid,,Kecamatan Glumpangtiga, Pidie. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir binatang tersebut, namun belum membuahkan hasil.

Sejumlah petani secara terpisah, kemarin mengatakan serangan gajah sudah meresahkan masyarakat dan mengaku kehabisan akal untuk menangkalnya. Dikatakan, petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sempat turun ke lokasi hanya sekadar melihat-lihat  saja, setelah itu bergegas pulang, padahal, warga sangat mengharapkan agar gajah itu diusir dari desa mereka.

Zakaria Ahmad, seorang petani, Senin (23/9) mengatakan serangan gajah sudah berlangsung sekitar empat bulan lalu atau sejak Ramadhan lalu. Dikatakan, saat itu lokasi pergerakan "Po meurah"  di kawasan Mampree, Gampong Rinti Kecamatan Mutiara Timur, kemudian pindah ke Amud Masjid berjarak kurang lebih satu kilometer dari  lokasi semula.

Dikatakan, tanaman yang menjadi sasaran gajah seperti pinang, pisang, kakao (cokelat) serta cabe merah dan serangan terbaru pada Senin (23/9/) pagi, sebanyak tiga ekor gajah besar, turun dari perbukitan menuju areal cabe merah yang sedang berbunga dan memakan pisang serta tanaman muda lainnya sampai habis.

Dia mengungkapkan saat melihat gajah menuju kebun, ia bersama beberapa rekannya yang kala itu sedang membuat pagar terpaksa  lari menghindari amukan binatang berbelalai panjang itu. Ditambahkan, saat suasana sudah aman, mereka kembali ke kebun, tetapi hampir semua tanaman cabe dan lainnya porak poranda dimakan gajah.(c43/ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved