Umumkan Kebijakan Baru, Arab Saudi Beri Izin Pasangan Turis Tak Menikah Menginap di Satu Kamar Hotel

"Persyaratan itu (menikah) tidak lagi diperlukan bagi wisatawan," lanjut pernyataan otoritas pariwisata Arab Saudi dikutip dari Kompas.com.

Umumkan Kebijakan Baru, Arab Saudi Beri Izin Pasangan Turis Tak Menikah Menginap di Satu Kamar Hotel
SHUTTERSTOCK
Pemandangan kota Riyadh, Arab Saudi, di waktu malam. 

Umumkan Kebijakan Baru, Arab Saudi Beri Izin Pasangan Turis Tak Menikah Menginap di Satu Kamar Hotel

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi kembali mengumumkan kebijakan terbarunya di bidang pariwisata.

Sebelumnya Arab Saudi telah mengeluarkan visa bagi turis asing kemudian memberi kelonggaran bagi perempuan turis asing untuk tidak mengenakan abaya di ruang publik.

Kini Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan izin bagi pasangan turis asing tanpa hubungan pernikahan untuk menyewa kamar hotel bersama, Minggu (6/10/2019).

Dikutip dari Kompas.com, ini merupakan kebijakan terbaru Arab Saudi yang ultrakonservatif setelah mulai menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Otoritas pariwisata juga telah mengumumkan dalam pernyataan di Twitter, bahwa wanita Saudi yang bepergian seorang diri juga akan diizinkan untuk menginap di hotel dengan hanya menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku.

Sebelumnya, wanita Saudi dilarang menginap di hotel seorang diri dan bagi pasangan wajib untuk menunjukkan bukti bahwa mereka sudah menikah.

Baca: Abdullah Puteh Ketua Forum Pimpinan Daerah Purna Bhakti Anggota DPD RI Periode 2019-2024

Baca: Sadis, Seorang Pria Bacok Istri dan Tewaskan Menantu, Diduga Gara-gara Ini

Baca: Singapore akan Tampil Livoli Divisi Utama, Ini Jadwalnya dan Lokasinya

"Persyaratan itu (menikah) tidak lagi diperlukan bagi wisatawan," lanjut pernyataan otoritas pariwisata Arab Saudi dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah Arab Saudi pada 27 September lalu telah mengumumkan bahwa pihaknya membuka pintu bagi para wisatawan dan menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Langkah tersebut akan semakin membuka negara kerajaan Islam ultra-konservatif itu bagi wisatawan sebagai bagian dari menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved