Luar Negeri

Asosiasi Permata ASEAN Gelar Konferensi di Turki, Kumpulkan Pasar Perhiasan Senilai 7 Ribu Triliun

Diselenggarakan oleh ASEAN, acara ini mengumpulkan pasar perhiasan dengan nilai $ 500 miliar (Rp 7.084.000.000.000.000).

Asosiasi Permata ASEAN Gelar Konferensi di Turki, Kumpulkan Pasar Perhiasan Senilai 7 Ribu Triliun
(Kwangmoozaa)
Ilustrasi perhiasan 

Asosiasi Permata ASEAN Gelar Konferensi di Turki, Kumpulkan Pasar Perhiasan Senilai 7 Ribu Triliun

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Konferensi Asosiasi Perhiasan dan Permata ASEAN dimulai di Istanbul pada hari Rabu (9/10/2019).

Diselenggarakan oleh ASEAN, acara ini mengumpulkan pasar perhiasan dengan nilai $ 500 miliar (Rp 7.084.000.000.000.000).

Dilansir Serambinews.com dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency, konferensi Istanbul yang merupakan pertama kalinya ini mengumpulkan 35 negara dari Asia, termasuk Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Konferensi ke-8 ASEAN dianggap sebagai peluang besar bagi Turki untuk meningkatkan pangsa pasarnya di sektor perhiasan dunia.

Pada upacara pembukaan, Wakil Menteri Perdagangan Turki Riza Tuna Turagay mengatakan Turki mengekspor $ 4,4 miliar (Rp 62,3 triliun) pada perhiasan tahun lalu.

Ini merupakan 4 persen dari pasar impor perhiasan global.

"Angka-angka ini tidak mencerminkan potensi Turki, kita dapat melihat angka yang lebih tinggi dalam ekspor perhiasan," katanya.

Baca: Turki Beri Tahu Amerika, Rusia, Jerman, NATO, dan PBB, Tentang Operasi Besar-besaran di Suriah

Baca: Konvoi Militer Turki Dalam Jumlah Besar Menuju ke Perbatasan Suriah, Siap Menyerang, Trump Tertekan

Berbicara tentang upaya untuk meningkatkan ekspor perhiasan, Ismail Gulle, ketua Majelis Eksportir Turki, juga menyatakan bahwa Turki mencari cara untuk menawarkan produk berkualitas tinggi dan desain baru kepada mitra komersial dengan harga paling terjangkau dengan harga terjangkau.

"Turki mengekspor perhiasan ke 155 negara pada 2018, naik 34% dibandingkan tahun lalu," katanya.

Lonjakan permintaan negara-negara ASEAN sebagian besar berkontribusi pada kenaikan ini, kata Gulle.

Ia menjelaskan bahwa ekspor perhiasan ke negara-negara ini naik 82% menjadi $ 50 juta (Rp 708 miliar).

Anggota ASEAN telah mulai dilihat sebagai pesaing penting di sektor perhiasan.

Thailand, Myanmar, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dipandang sebagai industri utama.

Negara-negara ini kaya akan sumber daya permata dan perhiasan, telah mengembangkan industri pembuatan perhiasan dan bersaing ketat dengan perhiasan Cina.(Anadolu Agency)

Baca: Warga Tiongkok dan Australia Minati Giok Aceh dalam Expo di Hong Kong

Baca: Aceh Pamerkan Giok di Hong Kong  

Baca: Rangga, Eks Kombatan GAM Aceh Tenggara Ditangkap di Sumut saat Hendak Jual 80 Kg Ganja

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved