Eli Yurita, Komit Menjaga Kepercayaan Suami

Amanah dan komit menjaga kepercayaan suami, itulah yang diyakini Eli Yurita SH MH

Eli Yurita, Komit Menjaga Kepercayaan Suami
IST
Eli Yurita 

Amanah dan komit menjaga kepercayaan suami, itulah yang diyakini Eli Yurita SH MH sebagai dua modal besar hingga mengantarkan dirinya bisa menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Calang, Aceh Jaya. Betapa tidak, perempuan yang akrab di sapa Eli ini memulai kariernya sebagai hakim setelah menikah dengan Murtadha pada tahun 1995 atau empat tahun sebelum ia mendaftarkan diri mengikuti tes CPNS untuk formasi hakim di PN Kota Langsa.

Alumni S1 dan S2 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini juga mengatakan, saat mendaftar sebagai peserta CPNS kala itu, dirinya sedang mengandung anak kedua. “Ketika saya mau daftar bapak memang sudah tahu kalau lulus nanti saya akan ditempatkan di Langsa. Walau dalam kondisi hamil dan sudah memiliki seorang anak yang masih kecil, bapak tetap mendukung asalkan saya mampu menjalankan pekerjaan ini,” ungkap Eli.

Tidak hanya itu, ibu dari Zaza Yunda Putri, Nizrina Yunda Putri, dan Muhammad Fatin El Zhirazy, ini juga tidak sungkan berbagi pengalaman pertama saat ia meminta restu dari sang suami untuk bekerja di pengadilan. Sebab, pekerjaan tersebut memiliki konsekuensi besar mengingat saat itu kondisi Aceh sedang bergejolak.

“Saat itu, Aceh memang sedang konflik. Tapi, bapak tidak pernah melarang. Yang penting bagi bapak, saya bisa menjaga kepercayaan yang sudah beliau berikan serta saya tetap bisa menjalankan tugas sebagai istri dan ibu bagi keluarga,” cerita Eli sambil tersenyum kepada Serambi di ruang kerjanya Kantor PN Calang, kawasan Desa Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Rabu (9/10/2019).

Perempuan kelahiran Banda Aceh, 6 Oktober 1969, dan baru saja merayakan hari jadi ke-50 tahun tersebut mengaku sudah punya keinginan menjadi hakim sejak ia masih duduk di bangku SMA. Menurut Eli, ada hal yang tidak bisa ia jelaskan mengapa dirinya sangat tertarik menjadi hakim. Saat itu, sambungnya, ia memilih menjadi hakim karena Aceh memang kekurangan hakim lantaran sedang terjadi konflik.

Penyuka martabak telur ini juga mengungkapkan, dirinya pertama kali berdinas sebagai CPNS di Pengadilan Negeri Langsa pada tahun 1999. Kemudian, pada tahun 2003, Eli pertama kali menjadi hakim di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara. “Saat di Lhoksukon, saya merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi hakim.” ujarnya.

“Sementara untuk jabatan struktural, pertama kali saya jabat di Aceh Jaya yaitu sebagai Wakil Ketua PN Calang sekaligus merangkap ketua. Sebab, saat itu posisi ketua sedang kosong dan akhirnya saya menjadi Ketua PN Calang yang definitif,” jelas Eli.

Akhirnya, ibu tiga anak yang memiliki hobi travelling ini menitip pesan kepada perempuan di Aceh, “walaupun sudah menikah dan memiliki anak, tak ada halangan bagi kita untuk terus berkarier dengan catatan meminta izin kepada suami secara baik-baik. Yang penting, yakinkan suami bahwa kita bisa dan tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diberikannya. Insya Allah semuanya akan lancar.” (c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved