Video

Video - Korupsi Pengadaan Alat Penangkap Hama Kopi, Polda Tetapkan 4 Tersangka

Dari empat tersangka itu, salah satunya adalah AH, mantan Kadishutbun yang juga menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) saat menjabat.

Dari empat tersangka itu, salah satunya adalah AH, mantan Kadishutbun yang juga menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) saat menjabat.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Polda Aceh menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat penangkap hama kopi senilai Rp 48 miliar di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bener Meriah.

Dari empat tersangka itu, salah satunya adalah AH, mantan Kadishutbun yang juga menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) saat menjabat.

Tiga lainnya yakni T selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), MU selaku rekanan, dan TJ rekanan yang menerima sub kontrak pekerjaan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono bersama Dir Reskrimsus, Kombes Pol T Saladin dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Rabu (9/10) mengatakan, kasus itu terjadi pada tahun 2015 silam dan mulai disidik sejak tahun 2016 hingga 2018.

Keempat tersangka kini masih berada di Bener Meriah dan akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bener Meriah Kamis 10 Oktober.

Menurut Ery, korupsi dilakukan oleh para tersangka dengan cara melakukan mark-up atau penggelembungan harga alat perangkap hama kopi tersebut.

Akibat dari perbuatan itu, menurut Kabid Humas, kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 16 miliar lebih.

NARATOR: ARDIANSYAH
EDITOR: HARI MAHARDHIKA

Baca: Video - Akses Jalan Rusak ke lokasi Translok Kota Terpadu Mandiri Aceh Timur

Baca: Ini Daftar 24 Pemain Garuda Select Generasi Kedua, Siap Berjuang di Inggris dan Italia!

Baca: Video - Sipir Rutan Lhoksukon Jalani Tes Urine, Dua Diantaranya Dipanggil Ke Banda Aceh

Penulis: Subur Dani
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved