Berita Aceh Tengah

Kopi Gayo Masih Terbaik Dunia, Hendra Budian Minta Pertani tak Terkecoh Isu Eropa Tolak Kopi Gayo

Anggota DPRA, Hendra Budian mengaku risih dengan pengakuan Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah, yang menyatakan para pembeli dari Eropa seperti Jerman

Kopi Gayo Masih Terbaik Dunia, Hendra Budian Minta Pertani tak Terkecoh Isu Eropa Tolak Kopi Gayo
For Serambinews.com
Anggota DPRA, Hendra Budian. 

Kopi Gayo Masih Terbaik Dunia, Hendra Budian Minta Pertani tak Terkecoh Isu Eropa Tolak Kopi Gayo

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA, Hendra Budian mengaku risih dengan pengakuan Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah, yang menyatakan para pembeli dari Eropa seperti Jerman, Inggris, dan Perancis telah membatalkan kontrak pembelian dengan beberapa koperasi yang menjadi eksportir karena kopi Gayo mengandung zat kimia jenis glyphosate yang berasal dari obat semprot racun rumput.

“Pertanyaan pribadi saya, apakah kopi yang ditolak itu merupakan keseluruhan kopi gayo atau hanya kopi beliau? Sebab sampai saat ini belum ada hasil uji laboratorium tentang hal itu yang bisa dipertanggungjawabkan. Saya harapkan kepada semua pihak jangan dulu terlalu membesar besarkan isu tersebut,” kata Hendra kepada Serambinews.com, Jumat (11/10/2019).

Politisi asal daratan Gayo tersebut meminta eksportir melakukan investigasi terlebih dahulu kepada pembeli di Eropa dan pihak-pihak terkait. Jangan sampai, statemen yang dikeluarkan bisa merugikan seluruh petani kopi yang ada di tiga kabupaten di daratan tengah Aceh tersebut yang berjumlah 75.000 kepala keluarga (KK).

HGU PT CA Diperpanjang, Suara Masyarakat Abdya Kandas di PTUN Jakarta

Kisah Bocah SD Berjuang Bantu Ekonomi Keluarga, Pulang Sekolah Cari Jamur di Hutan untuk Beli Beras

Spesifikasi Xiaomi Redmi 8, Baterai 5.000 mAh dengan Harga Rp 1 Jutaan

“Saya khawatir jika berita ini akan meluas ke mancanegara maka pihak buyer (pembeli) mengambil kesempatan akan menurunkan harga bahkan tidak membeli kopi dari Gayo. Selain merugikan petani, juga merugikan negara.

Menurut saya, kopi gayo saat ini berkualitas terbaik dunia, petani jangan terkecoh dengan pernyataan eksportir,” kata anggota DPRA dari Partai Golkar ini.

Sebagai estimasi, jika pembeli menurunkan harga Rp 15.000/kg dari estimasi jumlah produksi di tiga kabupaten sebanyak 70.000.000/kg/tahun, maka kerugian di tingkat petani mencapai lebih kurang Rp 1 triliun. Karena itu, dia minta koperasi-koperasi yang bekerja sama dengan buyer juga harus terbuka menyangkut soal premium fee untuk menjaga agar kopi tetap organik.

“Saya berharap agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Saya mengusulkan kepada pemerintah untuk mengatur regulasi tata niaga kopi. Jangan sampai persaingan bisnis kopi berimbas buruk pada kepercayaan mancanegara yang selama ini telah mengakui kualitas Kopi Gayo,” pungkasnya.(*)

Kalahkan Maroko, Indonesia Lolos ke Semi Final DNC Internasional di Barcelona, Akan Lawan Spanyol

Jenazah yang Ditemukan Terapung di Laut Lhokseumawe Disimpan dalam Kulkas RSUCM

Setelah Hilang Kontak Sejak 20 September, Tiga Nelayan Aceh Diketahui Terdampar di Kepulauan Andaman

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved