Berita Banda Aceh

Majelis Tinggi Wali Nanggroe Tetapkan Enam Reusam, Salah Satunya Pemberian Gelar dan Kehormatan

Untuk Sidang Raya kedua tahun 2019, menurut Waled Nu akan dilaksanakan pada 8-12 Desember mendatang.

Majelis Tinggi Wali Nanggroe Tetapkan Enam Reusam, Salah Satunya Pemberian Gelar dan Kehormatan
For Serambinews.com
Pimpinan Sidang Raya Mejelis Tinggi, H Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu menyerahkan enam reusam yang telah ditetapkan kepada Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al Haytar yang disaksikan oleh Khatibul Wali Nanggroe, Usman Umar dan Ketua sementara DPRA, Dahlan Jamaluddin, di aula Khatibul Wali Nanggroe, Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Jumat (11/10/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah melaksanakan Sidang Raya selama tiga hari berturut-turut, Majelis Tinggi Wali Nanggroe menetapkan enam reusam yang kemudian diserahkan langsung kepada Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar, di aula Khatibul Wali Nanggroe, Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Jumat (11/10/2019).

Enam reusam yang ditetapkan tersebut yaitu, Reusam Pedoman Pembentukan Reusam, Reusam Tata Tertib Tuha Lapan, Reusam Tata Tertib Tuha Peut, Ruesam Tata Tertib Majelis Fatwa, Reusam Pemberian Gelar dan Kehormatan, dan Reusam Tata Cara Penetapan Fatwa.

Pimpinan Sidang Raya Majelis Tinggi Wali Nanggroe, H Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, mengatakan, reusam-reusam yang telah ditetapkan dalam Sidang Raya diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi kelembagaan Wali Nanggroe.

Waled Nu juga melaporkan bahwa pada Agustus lalu, telah disepakati tujuh Program Legislasi Wali Nanggroe (Prolewal), dimana enam diantaranya ditetapkan oleh Sidang Raya, kemarin.

“Ada satu lagi reusam yang sangat mendesak, yaitu Reusam Protokoler Wali Nanggroe,” kata Waled Nu.

Panmus Tuha Lapan Wali Nanggroe Rampungkan Lima Rancangan Reusam 

Fungsi Wali Nanggroe Perlu Dioptimalkan, Jangan Lagi dari Kalangan Partai Politik

Partai Aceh Sebut Ghazali Abbas Salah Kaprah Mengenai Dana Rp 32 Miliar untuk Lembaga Wali Nanggroe

Untuk Sidang Raya kedua tahun 2019, menurut Waled Nu akan dilaksanakan pada 8-12 Desember mendatang.

“Kami minta kepada Mejelis Tuha Lapan agar menyiapkan rancangan awal Reusam Protokoler tersebut yang nantinya akan kita bahas pada Sidang Raya kedua masa sidang tahun 2019,” ujarnya.

Sementara Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lembaga Wali Nanggroe mempunyai posisi yang sangat penting dan strategis dalam mengawal perdamaian dan pengembangan peradaban di Bumi Serambi Mekkah.

Karena itu, sambung Malik Mahmud, diperlukan kerangka hukum sebagai acuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi kelembagaan Wali Nanggroe. 

“Dengan ditetapkan reusam-reusam tersebut saya harapkan nantinya dapat menjadi motivasi terhadap kinerja para perangkat Wali Nanggroe, yang dalam waktu dekat akan saya tetapkan setelah dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi,” kata Wali Nanggroe. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved