Wiranto Ditikam, Akankah Presiden Jokowi Dibatasi Salaman dengan Rakyat?

Meski demikian, Sisriadi tidak dapat merinci seperti apa perubahan SOP pengamanan kepala negara.

Wiranto Ditikam, Akankah Presiden Jokowi Dibatasi Salaman dengan Rakyat?
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Capres nomor urut 01 Jokowi menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Minggu (10/3/2019) di Monumen Perjuangan (Monju)? Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat. TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI 

Wiranto Ditikam, Akankah Presiden Jokowi Dibatasi Salaman dengan Rakyat?

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyerangan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang, membuat TNI akan mengevaluasi standard operasional prosedur (SOP) pengamanan bagi Kepala Negara.

"Pada tataran lapangan, mungkin ada perubahan-perubahan (SOP pengamanan) ya," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis petang.

"Perubahan-perubahan itu sebaiknya ada, seharusnya ada. Karena itu bagian dari dampak perubahan lingkungan strategis. Perubahan itu nyata, berarti kita harus alert," lanjut dia.

Meski demikian, Sisriadi tidak dapat merinci seperti apa perubahan SOP pengamanan kepala negara.

Baca: Kejari Tahan Empat Tersangka, Kasus Pengadaan Alat Penangkap Hama Kopi 

Baca: Sosok Pelaku Penusukan Wiranto, Pernah Pakai Narkoba dan Judi, Berubah Sepulang dari Malaysia

Baca: Selain Wiranto, Ini Daftar Pejabat Negara di Dunia yang Pernah Diserang OTK, Dua Diantaranya Tewas

Sebab, evaluasi untuk perubahan itu dilakukan oleh unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Mabes TNI hanya akan melakukan supervisi agar perubahan SOP pengamanan lebih memiliki daya guna.

Sisriadi mengakui, Presiden Joko Widodo seringkali tidak berjarak dengan rakyat pada saat berkunjung ke sebuah daerah.

Jokowi tak ragu untuk dekat dengan masyarakat demi bisa bersalaman dan berfoto bersama.

Saat ditanya apakah perubahan itu akan membatasi interaksi Presiden Jokowi dengan masyarakat, ia belum bisa menjawabnya.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved